SPS Corporate Salurkan Bantuan untuk Korban Bencana di Sibolga dan Tapanuli Tengah

Surabaya, JatimReview.Com – SPS Corporate menyalurkan bantuan kemanusiaan kepada masyarakat terdampak bencana di Kota Sibolga dan Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatera Utara. Bantuan tersebut merupakan bentuk kepedulian perusahaan dalam mendukung pemulihan warga yang terdampak musibah.

Direktur SPS Corporate Balok Purwoko menyatakan bahwa kehadiran perusahaan di wilayah bencana mencerminkan komitmen tanggung jawab sosial korporasi untuk membantu masyarakat yang berada dalam situasi sulit.

Menurut Balok, momentum Natal dan Tahun Baru menjadi pengingat pentingnya solidaritas dan harapan bagi masyarakat yang tengah berupaya bangkit. Ia berharap bantuan yang disalurkan dapat membantu memenuhi kebutuhan dasar para penyintas serta meringankan beban mereka di masa pemulihan.

“Pemulihan pascabencana memerlukan proses yang tidak singkat. Diperlukan perhatian berkelanjutan dan kerja sama dari berbagai pihak agar masyarakat dapat kembali menata kehidupan mereka,” ujarnya dalam keterangan resminya, Kamis (1/1).

Bencana yang melanda kawasan pesisir Sibolga dan sekitarnya menyebabkan kerusakan signifikan pada permukiman, lahan pertanian, serta aktivitas ekonomi warga. Sejumlah warga terpaksa mengungsi dan kehilangan sumber penghidupan akibat dampak bencana tersebut.

Di Kelurahan Angin Nauli, Kecamatan Sibolga Utara, SPS Corporate menyalurkan bantuan berupa paket sembako, pakaian, dan kebutuhan pribadi kepada para penyintas yang saat ini mengungsi di Rumah Singgah Rumah Berdaya Masyarakat (RBM) Hephata.

Salah satu penyintas, Daniel Simanungkalit (43), mengaku bersyukur atas bantuan yang diterima. Ia mengatakan saat bencana terjadi, dirinya hanya sempat menyelamatkan diri tanpa membawa barang apa pun.

“Situasi masih sulit, tetapi bantuan ini memberi kami semangat dan harapan untuk menyambut tahun baru,” katanya.

Selain itu, bantuan juga disalurkan ke Lingkungan Aek Parira serta Desa Huta Na Bolon, Kecamatan Tukka, Kabupaten Tapanuli Tengah, yang sempat terisolasi akibat terputusnya akses jalan. Banyak warga di desa tersebut kehilangan mata pencaharian karena kebun dan sawah tertutup lumpur. JR1

Related posts