Surabaya, JatimReview.Com – Memasuki usia 30 tahun, SPS Corporate, salah satu grup industri multisektor nasional, menegaskan tekad untuk terus memperkuat ekspor dan berkontribusi pada diplomasi ekonomi Indonesia di pasar global.
Presiden Direktur PT Sun Paper Source (SPS), Ronald Rusco, mengatakan bahwa keberhasilan SPS menembus pasar internasional adalah hasil dari kerja keras dan kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan. Ia menyampaikan apresiasi atas dukungan yang telah memungkinkan perusahaan berkembang selama tiga dekade terakhir.
“Pertumbuhan SPS tidak terlepas dari kerja sama yang kuat dengan mitra dan pemangku kepentingan. Kami menargetkan pertumbuhan dua kali lipat melalui pemanfaatan teknologi dan ekspansi ke pasar global,” ujar Ronald dalam keterangannya, Kamis (11/9).
Saat ini, produk SPS telah menjangkau lebih dari 80 negara di lima benua. Ekspor menjadi pilar utama pertumbuhan perusahaan, sekaligus menjadikan SPS sebagai bagian dari wajah industri Indonesia di panggung internasional.
Ronald juga menekankan pentingnya peran para duta besar dalam mendukung langkah ekspansi global tersebut. Menurutnya, kerja sama yang lebih erat dengan perwakilan diplomatik Indonesia di luar negeri dapat menjadi jembatan strategis dalam memahami pasar lokal dan memperluas distribusi produk Indonesia.
“Melalui komunikasi intensif dengan para duta besar, kami dapat membangun sinergi yang mendalam, sekaligus memperkuat posisi Indonesia dalam rantai pasok global,” tambahnya.
Pernyataan Ronald mendapat dukungan dari calon Duta Besar RI untuk Vietnam, Adam Sugiyo, yang turut hadir dalam acara tersebut. Ia menyebut SPS sebagai contoh konkret dari daya saing industri nasional yang telah mampu bersaing di pasar global.
“Potensi pertumbuhan industri seperti SPS masih sangat besar. Ke depan, kolaborasi antara pelaku industri dan perwakilan diplomatik akan semakin penting dalam memperkuat posisi Indonesia di pasar internasional,” ujarnya.
Senada dengan itu, calon Duta Besar RI untuk Jepang merangkap Federasi Mikronesia, Kartini Sjahrir, menilai kunjungan langsung ke pabrik-pabrik nasional seperti SPS menjadi modal penting dalam membawa misi diplomasi ekonomi.
“Dengan melihat langsung proses produksi dan standar kualitas di lapangan, kami sebagai duta besar memiliki bekal lebih kuat untuk melakukan pendekatan, negosiasi, bahkan lobi dengan negara tujuan. Produk Indonesia punya kualitas yang bisa dibanggakan, termasuk untuk pasar Jepang,” kata Kartini.
Melalui momentum peringatan 30 tahun ini, SPS Corporate berharap dapat terus memperkuat kontribusinya dalam mendukung perekonomian nasional, membuka lapangan kerja, serta menjadikan industri dalam negeri semakin kompetitif secara global. JR3
