Banyuwangi, JatimReview.Com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyuwangi terus menunjukkan komitmennya dalam melestarikan budaya lokal melalui kehadiran Gedung Pusat Batik. Fasilitas ini tidak hanya menjadi ruang promosi, tetapi juga diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan para perajin batik.
Wakil Bupati Banyuwangi Mujiono menegaskan bahwa pusat batik tersebut memiliki makna strategis bagi daerah. Menurutnya, keberadaan gedung ini menjadi simbol penguatan identitas budaya sekaligus upaya konkret dalam mendukung perkembangan ekonomi kreatif berbasis lokal.
Ia menjelaskan, selama lebih dari sepuluh tahun terakhir, Pemkab Banyuwangi secara konsisten mengembangkan industri batik melalui berbagai program. Upaya tersebut meliputi pelatihan bersama kurator nasional, fasilitasi keikutsertaan dalam ajang fesyen, hingga dukungan pemasaran digital dan akses pembiayaan bagi perajin.
“Perkembangan batik Banyuwangi saat ini cukup signifikan, baik dari sisi jumlah perajin, desainer, maupun perluasan pasar,” ujarnya.

Mujiono juga menyampaikan apresiasi kepada para perajin yang telah berkontribusi dalam mengangkat batik sebagai identitas budaya daerah yang semakin dikenal luas.
Sementara itu, pengelola Pusat Batik Banyuwangi, Ratri Jawaness, memastikan bahwa setiap produk yang dipasarkan telah melalui proses kurasi ketat. Hal ini dilakukan untuk menjaga kualitas sekaligus memastikan setiap karya memiliki nilai filosofi khas Banyuwangi.
Gedung yang berlokasi di Jalan Ahmad Yani, tepat di depan Kantor Pemkab Banyuwangi tersebut menyediakan beragam produk batik, mulai dari kain hingga busana siap pakai. Pengunjung dapat menemukan berbagai motif khas daerah, seperti Gadjah Oling, Kangkung Setingkes, Paras Gempal, dan Kopi Pecah.
Dengan hadirnya pusat batik ini, Banyuwangi diharapkan semakin dikenal sebagai salah satu sentra batik unggulan di Indonesia, sekaligus memperkuat posisi budaya lokal di tengah arus modernisasi. JR7
