Malang, JatimReview.Com – Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Malang meningkatkan kapasitas para pengelola uang tunai (cash handler) di wilayah Malang Raya melalui Program Training of Trainers (ToT) Cinta Bangga Paham (CBP) Rupiah, sebagai upaya memperkuat pencegahan terhadap peredaran uang palsu.
Kepala Perwakilan BI Malang, Febrina, dalam kegiatan ToT CBP di Kota Malang, Jawa Timur, Kamis, menjelaskan bahwa program tersebut melibatkan berbagai pihak, mulai dari Perhimpunan Bank Perekonomian Rakyat Indonesia (Perbarindo), pelaku ritel, hingga Penyelenggara Jasa Pengolahan Uang Rupiah (PJPUR). Mereka diajak menjadi mitra strategis BI dalam mengenali ciri keaslian rupiah dan memahami tata cara pelaporan temuan uang palsu.
“Peserta kami bekali dengan pengetahuan mengenai ciri keaslian uang rupiah dan langkah penanganan ketika menemukan uang yang diragukan keasliannya. Harapannya, mereka dapat menjadi mitra yang memperkuat pengawasan bersama kami,” ujar Febrina.

Ia memaparkan bahwa program CBP berfokus pada tiga pilar utama: Cinta Rupiah, Bangga Rupiah, dan Paham Rupiah.
Pada pilar Cinta Rupiah, peserta dilatih untuk memahami karakteristik dan desain rupiah, serta cara memperlakukan uang dengan benar—tidak melipat, mencoret, atau meremas uang. Metode 3D (dilihat, diraba, diterawang) kembali ditekankan agar mudah diingat dalam proses pemeriksaan uang.
Sementara itu, pilar Bangga Rupiah diarahkan untuk menumbuhkan rasa bangga masyarakat dalam menggunakan rupiah sebagai simbol kedaulatan dan pemersatu bangsa.
Selanjutnya, pilar Paham Rupiah bertujuan meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang fungsi rupiah dalam perekonomian, yaitu sebagai alat pembayaran, alat hitung, dan penyimpan nilai.
Selain materi mengenai keaslian uang, BI Malang juga memberikan edukasi tentang penggunaan uang secara bijak, baik dalam transaksi tunai maupun non-tunai, serta mendorong masyarakat agar lebih mengutamakan pembelian produk lokal guna memperkuat kemandirian ekonomi nasional. JR5
