Surabaya, JatimReview.Com – PT Pakuwon Jati Tbk (PWON) kembali mencatatkan kinerja yang tangguh selama 2025, mencerminkan kekuatan model bisnis yang terdiversifikasi serta strategi jangka panjang yang solid. Perseroan membukukan pendapatan bersih untuk 2025 sebesar Rp 7,11 triliun, meningkat 7% dibandingkan tahun sebelumnya sebesar Rp 6,67 triliun.
Laba kotor tercatat sebesar Rp 3,94 triliun, naik 5% dibandingkan Rp 3,77 triliun pada tahun sebelumnya, sementara mencatat EBITDA sebesar Rp 3,71 triliun, dimana meningkat 3% dari Rp 3,58 triliun pada tahun sebelumnya.
Laba Bersih mengalami pertumbuhan sebesar 14% dari Rp 2,42 triliun pada tahun sebelumnya menjadi Rp 2,76 triliun, mencerminkan disiplin eksekusi serta kemampuan Perseroan dalam terus menciptakan pertumbuhan berkelanjutan sekaligus membangun legacy jangka panjang.
“Perseroan mencatatkan pertumbuhan pendapatan bersih dimana di dukung oleh pendapatan berulang yang terdiri dari segmen pusat perbelanjaan ritel yang meningkat 14% dari Rp 3,43 triliun pada tahun sebelumnya, menjadi Rp 3,93 triliun,” kata Minarto Basuki, Corporate Secretary dan Direktur PAWON, dalam keterangan resminya, Selasa (31/3).

Dikatakan, pendapatan sewa perkantoran tercatat sebesar Rp 273 miliar, turun 26% dari Rp 369 miliar pada tahun sebelumnya, dan pendapatan dari bisnis perhotelan mencapai Rp 1,42 triliun, meningkat 2% dari Rp 1,38 triliun pada tahun sebelumnya. Development revenue relatif stabil, dari Rp 1,48 triliun pada tahun sebelumnya menjadi Rp 1,49 triliun.
Rincian pendapatan berdasarkan segmen menunjukkan bahwa sewa ritel memberikan kontribusi sebesar 55%, diikuti oleh hotel dan serviced apartment sebesar 20%, sewa perkantoran sebesar 4%, penjualan kondominium sebesar 14%, penjualan rumah tapak sebesar 6%, dan penjualan perkantoran sebesar 1%.
Marketing Sales untuk Tahun 2025
Perseroan mencatat marketing sales sebesar Rp 1,3 triliun, terutama berasal dari penjualan unit apartment di Pakuwon Mall Surabaya dan Pakuwon Residences Bekasi serta didukung oleh penjualan rumah tapak di Grand Pakuwon dan Pakuwon City township.
“Sekitar 63% dari total marketing sales Perseroan berasal dari program insentif PPN-DTP yang dicanangkan pemerintah sejak triwulan 4 tahun 2023. Komposisi penjualan terdiri dari condominium dan office sebesar 62% serta landed houses sebesar 38%,” tambah dia.
Belanja Modal
Pada tahun 2025, Perseroan telah merealisasikan belanja modal sebesar Rp 1,21 triliun, yang digunakan terutama untuk pembiayaan proyek konstruksi Superblok Pakuwon Mall Bekasi Pakuwon City Mall Surabaya tahap 3 dan Pakuwon Mall Surabaya tahap 5. JR7
