Surabaya, JatimReview.Com – Pengembang perumahan Royal Residence terus memperkuat pengembangan kawasan di Surabaya Barat melalui pembangunan infrastruktur jalan yang diharapkan menjadi katalis pertumbuhan pusat bisnis dan gaya hidup baru di wilayah tersebut.
Direktur Utama PT Bhakti Tamara, pengembang Royal Residence Surabaya, Lodewyk Wattimena, mengatakan pembangunan jalan kembar selebar 55 meter yang merupakan bagian dari Jalan Lingkar Dalam Barat (JLDB) menjadi langkah strategis untuk meningkatkan aksesibilitas kawasan sekaligus mendongkrak nilai investasi properti.
Menurutnya, ruas jalan tersebut akan menghubungkan kawasan Sumur Welut di bagian selatan dengan kawasan Wiyung dan Universitas Negeri Surabaya (Unesa) Surabaya Barat sehingga memperlancar mobilitas masyarakat dari berbagai wilayah.
“Sebagian besar JLDB yang melintasi kawasan Royal Residence sebenarnya sudah kami bangun. Saat ini yang sedang kami kerjakan adalah sisa ruas sekitar 300 meter di bagian Selatan. Prosesnya sudah memasuki tahap pematangan lahan sebelum dilanjutkan dengan pengaspalan,” ujar Lodewyk, Rabu (4/6).

Ia menilai keberadaan akses baru tersebut akan membuka peluang tumbuhnya aktivitas ekonomi yang lebih besar di sekitar kawasan perumahan. Apalagi sejumlah ruko yang telah dibangun di sepanjang koridor JLDB tersebut telah terjual dan mulai dimanfaatkan sebagai tempat usaha maupun kantor.
Dengan tersambungnya akses JLDB secara penuh, Royal Residence berencana mengembangkan kawasan tersebut menjadi destinasi bisnis dan lifestyle baru yang mampu menarik berbagai aktivitas komersial.
“Kawasan ini memiliki potensi besar karena nantinya menjadi salah satu jalur utama dari wilayah selatan menuju kawasan Unesa dan sekitarnya. Kami melihat peluang untuk menghadirkan berbagai fasilitas komersial yang mendukung kebutuhan masyarakat,” katanya.
Sejumlah opsi pengembangan tengah dipersiapkan, mulai dari pusat kuliner, area komersial, gedung perkantoran, hingga apartemen bertingkat rendah (low rise building). Bahkan, menurut Lodewyk, sudah ada investor yang menunjukkan minat untuk membangun stasiun pengisian bahan bakar di kawasan tersebut.
Sebagai langkah awal menghidupkan kawasan, Royal Residence berencana menggelar festival kuliner dalam waktu dekat. Acara tersebut akan melibatkan sekitar 20 hingga 30 merek kuliner yang diharapkan mampu menarik kunjungan masyarakat sekaligus memperkenalkan potensi kawasan kepada pelaku usaha.
“Kami sedang memfinalisasi konsep acara dan menjalin komunikasi dengan sejumlah brand kuliner yang akan berpartisipasi,” ujarnya.
Soal penjualan tahun 2026, dia mengaku mengalami pelammbatan. Hal ini imbas dari perlambatan ekonomi, kenaikan harga BBM, serta fluktuasi nilai tukar dolar AS. Namun begitu, pihaknya tetap yakin bisa memacu penjualan.
Bahkan pihaknya memutuskan melakukan penyesuaian harga jual unit mulai Juni 2026. Kenaikan harga berkisar antara 3 hingga 7 persen sebagai respons terhadap meningkatnya biaya material dan konstruksi.
“Kenaikan harga kami lakukan secara bertahap untuk menyesuaikan kondisi pasar dan biaya pembangunan. Untuk unit-unit baru, harga sudah menggunakan penyesuaian terbaru,” kata Lodewyk.
Sementara itu, Marketing Manager Royal Residence, Dina Ariyanti, menuturkan bahwa perseroan masih melihat peluang penjualan yang cukup baik, terutama dari segmen konsumen yang mencari hunian siap huni.
Menurutnya, Royal Residence saat ini menawarkan berbagai pilihan rumah ready stock di sejumlah klaster, termasuk klaster premium Organica, yang juga dapat memanfaatkan program insentif Pajak Pertambahan Nilai Ditanggung Pemerintah (PPN-DTP).
“Kami menyediakan pilihan rumah siap huni dengan harga mulai sekitar Rp1 miliar hingga Rp8 miliar. Selain itu, tersedia juga beberapa unit ruko empat lantai di jalan utama yang cocok untuk kebutuhan usaha maupun investasi,” ujar Dina.
Dengan kombinasi pengembangan infrastruktur, penambahan fasilitas komersial, serta ketersediaan produk hunian siap huni, Royal Residence optimistis dapat mempertahankan daya saing sekaligus memperkuat posisinya sebagai salah satu kawasan residensial dan bisnis berkembang di Surabaya Barat. jr1
