Surabaya, JatimReview.Com – Rotasi pimpinan Bank Indonesia (BI) Perwakilan Jatim dilakukan. Ibrahim ditetapkan menjadi Kepala Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Jatim menggantikan Erwin Gunawan Hutapea.
Sebelumnya, Ibrahim merupakan Kepala KPwBI Daerah Istimewa Jogjakarta. Sedangkan Erwin Gunawan Hutapea posisinya sebagai Kepala Departemen Pengelolaan Moneter dan Aset Sekuritas di Kantor Pusat Bank Indonesia.
“Saya apresiasi kepada Erwin Gunawan Hutapea yang secara aktif telah bersinergi bersama Pemerintah Daerah dan mitra kerja utama di Jawa Timur,” kata Juda Agung, Deputi Gubernur Bank Indonesia saat pelantikan Ibrahim, Rabu (28/5).

Dikatakan, selama menjabat Kepala KPwBI Jatim, Erwin mampu menyelaraskan program unggulan dengan Pemerintah Provinsi Jawa Timur terutama untuk mendukung Program Kerja Provinsi Jawa Timur Nawa Bakti Satya.
Capaian kinerja tersebut tidak terlepas dari sinergi kuat yang telah terjalin antara Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Timur dan Pemerintah Daerah serta seluruh stakeholders terkait lainnya. Sehingga pertumbuhan ekonomi dan inflasi terjaga dengan baik.
Untuk itu, Juda berharap, Ibrahim sebagai penggantinya, dapat memberikan sumbangsih terbaik bagi Jawa Timur sekaligus bagi perekonomian nasional sejalan dengan peran KPw BI Provinsi Jatim sebagai koordinator Kantor Perwakilan BI se-wilayah Jawa.
Ia merinci terdapat lima pesan utama untuk Ibrahim yaitu memperkuat koordinasi strategis dengan pemerintah daerah untuk menjaga daya saing ekspor Jawa Timur di tengah tantangan global seperti tarif Amerika Serikat (AS).
Selanjutnya, memfasilitasi masuknya investasi asing langsung (FDI) bersama Forkopimda dengan mengatasi hambatan investor dan menciptakan iklim investasi yang kondusif.
Berikutnya, mempertahankan sinergi pengendalian inflasi bersama TPID agar stabilitas harga di daerah tetap konsisten terjaga serta mendukung program prioritas Pemerintah Pusat di daerah termasuk Program Makan Bergizi Gratis.
Terakhir, mempercepat digitalisasi ekonomi dan sistem pembayaran khususnya bagi UMKM dan pesantren sebagai langkah strategis meningkatkan produktivitas, inklusi keuangan, dan pertumbuhan berkelanjutan. JR5
