Ekspor Jatim pada Januari 2026 Naik 4,73 Persen Senilai USD 2,05 Miliar

Surabaya, JatimReview.Com – Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Timur melaporkan nilai ekspor provinsi setempat pada Januari 2026 mencapai USD 2,05 miliar atau tumbuh 4,73 persen dibandingkan Januari 2025 yang sebesar 1,96 miliar dolar AS.

Statistisi Ahli Madya BPS Jatim Ike Rahayu Sri di Surabaya, Senin, mengatakan kenaikan tersebut terutama ditopang oleh kinerja ekspor nonmigas yang meningkat 5,24 persen dari 1,94 miliar dolar AS menjadi 2,046 miliar dolar AS.

“Pertumbuhan ekspor Januari 2026 secara tahunan didorong oleh peningkatan ekspor nonmigas,” ujarnya Senin (2/3).

Sebaliknya, ekspor migas mengalami kontraksi signifikan sebesar 75,83 persen dari 12,24 juta dolar AS menjadi 2,96 juta dolar AS akibat tidak adanya ekspor minyak mentah pada periode tersebut.

Jika dibandingkan dengan Desember 2025, total nilai ekspor Jawa Timur pada Januari 2026 turun 25,9 persen dari 2,77 miliar dolar AS menjadi 2,05 miliar dolar AS. Penurunan ini dipicu melemahnya ekspor nonmigas sebesar 24,43 persen dan migas sebesar 94,88 persen secara bulanan.

Dari sisi komoditas nonmigas, peningkatan tertinggi pada Januari 2026 terjadi pada kelompok lemak dan minyak hewani/nabati (HS 15) yang naik 35,33 persen menjadi 224,82 juta dolar AS. Komoditas ini mayoritas diekspor ke Tiongkok dengan nilai 108,67 juta dolar AS.

Kinerja positif juga dicatat komoditas ikan, krustasea, dan moluska (HS 03) yang tumbuh 24,93 persen menjadi 116,06 juta dolar AS, tembakau dan rokok (HS 24) naik 23,96 persen menjadi 93,34 juta dolar AS, serta produk kimia (HS 38) yang meningkat 10,73 persen menjadi 91,82 juta dolar AS.

Ekspor HS 03 dan HS 24 didominasi pasar Amerika Serikat masing-masing sebesar 47,28 juta dolar AS dan 37,84 juta dolar AS, sedangkan HS 38 paling banyak dikirim ke Tiongkok dengan nilai 41,40 juta dolar AS.

Di sisi lain, komoditas tembaga (HS 74) mengalami penurunan 29,51 persen menjadi 134,11 juta dolar AS.

Sepanjang Januari 2026, sepuluh golongan barang utama berkontribusi sebesar 63,98 persen terhadap total ekspor nonmigas Jawa Timur. Secara pertumbuhan tahunan, kelompok tersebut meningkat 5,75 persen, didorong oleh naiknya ekspor komoditas unggulan seperti perhiasan dan permata (HS 71).

Berdasarkan sektor, ekspor nonmigas industri pengolahan mencapai 1,96 miliar dolar AS atau naik 6,87 persen dibandingkan Januari 2025, dengan kontribusi mencapai 95,92 persen terhadap total ekspor nonmigas. Peningkatan ini ditopang oleh ekspor perhiasan/permata serta lemak dan minyak hewani/nabati.

Sementara itu, ekspor sektor pertanian tercatat sebesar 76,36 juta dolar AS atau turun 24,45 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Komoditas utama sektor ini antara lain kopi, teh, dan rempah-rempah serta susu, mentega, dan telur. JR5

Related posts