Misi Dagang Jatim–DKI Tembus Rp 5,74 Triliun, Tertinggi Sejak 2019

Surabaya, JatimReview.Com – Misi Dagang dan Investasi antara Pemerintah Provinsi Jawa Timur dan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mencatat komitmen transaksi final sebesar Rp5,744 triliun, menjadi capaian tertinggi sepanjang pelaksanaan misi dagang Jatim sejak 2019.

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyampaikan hingga penutupan kegiatan pukul 17.00 WIB, total komitmen transaksi menembus Rp5,7 triliun lebih.

“Dari 50 kali perjalanan misi dagang yang kami lakukan, ini merupakan transaksi tertinggi yang pernah dicapai,” ujarnya dalam keterangan resminya, Senin (2/3)

Secara rinci, total komitmen transaksi Misi Dagang dan Investasi Jatim–DKI Jakarta tercatat Rp5.744.955.800.000. Nilai tersebut melampaui capaian misi dagang Jatim–Jakarta pada 2021 yang sebesar Rp750,44 miliar.

Dari total transaksi tersebut, penjualan Jawa Timur ke DKI Jakarta mendominasi dengan nilai Rp5.615.355.800.000. Sementara itu, pembelian Jawa Timur dari DKI Jakarta tercatat Rp129.600.000.000 dengan komoditas utama berupa daging sapi.

Adapun komoditas unggulan Jawa Timur yang ditransaksikan meliputi daging unggas, anak ayam, ternak ayam, biji kopi, fillet dori, aneka olahan seafood dan daging, susu, telur ayam, gula kristal putih, pakan ikan, produk tekstil dan fashion, saus, kecap, bumbu, batik tulis, kayu gergajian, ikan hias koi dan koki, cerutu, hingga domba.

Khofifah menilai sinergi antara Jawa Timur dan DKI Jakarta sebagai dua provinsi dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi pertama dan kedua secara nasional akan semakin memperkuat perekonomian serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Menurutnya, misi dagang yang rutin digelar tersebut dirancang untuk mempertemukan penjual dan pembeli melalui skema Government to Business (G to B) dan Business to Business (B to B). Skema ini dinilai mampu memperlancar arus informasi pasar sekaligus memperbesar peluang terjadinya kesepakatan bisnis.

“Jakarta merupakan pintu pembuka pasar yang lebih luas, baik domestik maupun internasional. Karena itu, kemitraan antarpelaku usaha perlu terus dibangun melalui sinergi dan kolaborasi,” katanya.

Berdasarkan data perdagangan antarwilayah tahun 2024, nilai perdagangan Jawa Timur dengan DKI Jakarta mencapai Rp89,21 triliun. Angka tersebut terdiri atas nilai bongkar atau pembelian dari Jakarta sebesar Rp75,95 triliun dan nilai muat atau penjualan ke Jakarta sebesar Rp14,16 triliun.

Pada 2025, pertumbuhan ekonomi Jawa Timur tercatat 5,33 persen secara kumulatif (c-to-c) dan 5,85 persen secara tahunan (yoy). Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Atas Dasar Harga Berlaku (ADHB) mencapai Rp3.403,17 triliun dengan kontribusi 14,40 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional.

Sepanjang periode 2019–2026, Jawa Timur telah melaksanakan 49 kali misi dagang dalam negeri dengan total komitmen transaksi Rp30,50 triliun dari 2.153 transaksi yang melibatkan 2.410 pelaku usaha. Selain itu, sejak 2022 hingga 2025, enam kali misi dagang luar negeri menghasilkan potensi transaksi Rp5,896 triliun dan memfasilitasi 68 pelaku usaha.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Provinsi DKI Jakarta Uus Kuswanto menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan misi dagang tersebut. Ia menyebut kegiatan ini memberikan manfaat tidak hanya bagi warga Jakarta, tetapi juga masyarakat Jawa Timur, terlebih digelar pada momentum Ramadhan. JR7

Related posts