Pemkot Surabaya Maksimalkan Pompa dan Armada untuk Atasi Banjir Akibat Hujan Ekstrem

Surabaya, JatimReview.Com – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya bergerak cepat menangani banjir yang terjadi di sejumlah wilayah selama dua hari terakhir akibat hujan berintensitas tinggi yang mengguyur hampir seluruh kawasan kota. Berbagai upaya dilakukan, mulai dari mengoptimalkan rumah pompa hingga mengerahkan puluhan armada untuk mempercepat surutnya genangan.

Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, mengatakan curah hujan yang tinggi kali ini tergolong tidak biasa karena terjadi saat Surabaya seharusnya sudah memasuki musim kemarau. Kondisi tersebut menyebabkan beberapa kawasan tidak mampu menampung debit air yang datang dalam waktu singkat.

Untuk mempercepat penanganan di lapangan, Pemkot Surabaya mengerahkan 21 unit mobil pemadam kebakaran (PMK) dan sekitar 10 kendaraan milik Dinas Lingkungan Hidup (DLH) serta perangkat daerah lainnya. Armada tersebut digunakan untuk membantu proses penyedotan dan pengaliran air di sejumlah titik genangan.

Beberapa kawasan yang terdampak banjir antara lain Pandugo, Penjaringan, Medayu, Rungkut, dan sejumlah wilayah lain yang mengalami peningkatan debit air akibat hujan deras sejak dini hari.

Menurut Eri, kondisi banjir yang terjadi juga dipengaruhi oleh sejumlah proyek pembangunan infrastruktur drainase yang saat ini masih berlangsung. Pekerjaan tersebut mencakup pengerukan saluran, pemasangan box culvert, hingga rehabilitasi rumah pompa di beberapa lokasi strategis seperti Jalan Ahmad Yani, Tanjungsari, Simo, MERR, Imam Bonjol, serta Rungkut.

Dalam proses pembangunan tersebut, sebagian saluran air harus ditutup sementara sehingga kapasitas aliran menjadi terbatas. Ketika hujan deras turun dalam waktu bersamaan, air tidak dapat mengalir secara maksimal dan menyebabkan genangan di sejumlah wilayah.

Selain faktor hujan, pasang air laut juga menjadi tantangan tersendiri dalam pengendalian banjir. Tingginya muka air laut menghambat aliran sungai menuju laut sehingga memperlambat proses pembuangan air dari daratan. Bahkan, pada kondisi tertentu, air yang telah dipompa keluar berpotensi kembali terdorong ke wilayah permukiman.

Untuk mengurangi dampak tersebut, Pemkot Surabaya mengoptimalkan fungsi boezem sebagai kolam retensi sementara guna menampung limpasan air sebelum dialirkan ke sungai atau laut. Sejumlah lahan kosong juga dimanfaatkan sebagai area tampungan tambahan untuk membantu mengurangi beban saluran drainase utama. jr5/tar

Related posts