Surabaya, JatimReview.Com – Pemerintah Kota Surabaya melalui Dinas Koperasi Usaha Kecil dan Menengah serta Perdagangan (Dinkopumdag) terus memperkuat upaya pemberdayaan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dengan memfasilitasi legalitas usaha dan peningkatan kapasitas agar mampu naik kelas.
Kepala Dinkopumdag Kota Surabaya Mia Santi Dewi di Surabaya, mengatakan pendampingan yang diberikan meliputi pelatihan pemasaran, sertifikasi halal, pendaftaran merek, serta pengurusan Nomor Induk Berusaha (NIB).
Ia menyebutkan, sepanjang tahun 2025 sebanyak 5.250 UMKM di Kota Surabaya telah menerima berbagai bentuk intervensi, mulai dari penguatan pemasaran hingga pendampingan legalitas produk.
“Jumlah tersebut akan kembali menjadi target pada tahun 2026 sesuai dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD), yakni 5.250 UMKM,” kata Mia, Senin (19/1).

Menurut dia, terdapat penekanan baru dalam program pendampingan tahun depan, yakni penguatan pelatihan dan pembinaan yang secara langsung diarahkan untuk mendorong peningkatan omzet pelaku UMKM.
“Bukan hanya jumlah UMKM yang didampingi, tetapi juga bagaimana pendampingan tersebut berdampak pada kenaikan omzet usaha mereka,” ujarnya.
Program pendampingan tersebut dirasakan langsung manfaatnya oleh Mila Via, pelaku UMKM pemilik stan “Angkringan Bestie” di Sentra Wisata Kuliner (SWK) Bendul Merisi. Ia mengaku sangat terbantu dengan berbagai fasilitas yang disediakan secara gratis oleh Pemerintah Kota Surabaya.
Mila mengatakan, sejak mulai berjualan dua tahun lalu, dirinya memperoleh berbagai dukungan, mulai dari penyediaan gerobak, meja, dan kursi, hingga fasilitas listrik, air, dan jaringan internet.
“Yang paling membantu adalah pengurusan NIB dan sertifikat halal yang dilakukan secara kolektif dan gratis. Ini sangat meringankan kami sebagai pelaku usaha kecil,” katanya.
Ia menambahkan, pendampingan yang diberikan juga mendorong kreativitas dan inovasi usaha. Bahkan, stan miliknya pernah meraih juara pertama lomba kuliner antar-SWK dalam kegiatan yang diselenggarakan oleh Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi. JR7
