Surabaya, JatimReview.Com – Pemerintah Provinsi Jawa Timur menyatakan komitmennya untuk berperan sebagai pusat pengembangan talenta digital nasional melalui penguatan sistem pendidikan yang terintegrasi dengan kebutuhan industri dan pembangunan nasional.
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menegaskan bahwa pengelolaan talenta digital harus dimulai sejak dini melalui pendidikan yang dirancang secara terencana, berbasis data, dan berkelanjutan.
“Jawa Timur memiliki kesiapan untuk menjadi lumbung talenta digital nasional. Pendidikan harus menjadi fondasi utama dalam menyiapkan sumber daya manusia yang mampu menjawab tantangan transformasi digital,” ujar Khofifah, Selasa (20/1).

Sosialisasi tersebut diikuti oleh 1.330 tenaga kependidikan yang terdiri atas 190 peserta secara luring dan 1.140 peserta secara daring.
Khofifah menyampaikan bahwa Jawa Timur memiliki modal strategis berupa jumlah penduduk yang besar, keberagaman satuan pendidikan, serta dukungan ekosistem industri dan ekonomi kreatif yang terus tumbuh. Kondisi tersebut dinilai mampu menopang pengembangan talenta digital secara masif dan inklusif.
Ia menekankan bahwa percepatan transformasi digital menuntut perubahan paradigma pembangunan, di mana pendidikan harus ditempatkan sebagai instrumen utama, bukan sekadar sektor pendukung.
Program Pengelolaan Talenta Digital Nasional disebut sebagai langkah strategis jangka panjang untuk membangun ekosistem talenta digital berkelanjutan, mulai dari pendidikan dasar hingga kesiapan memasuki dunia kerja, sekaligus menjawab tantangan disrupsi teknologi, kecerdasan artifisial, dan ekonomi berbasis pengetahuan.
“Talenta digital tidak hanya dituntut menguasai keterampilan teknis, tetapi juga memiliki daya adaptasi, kemampuan berpikir kritis, dan daya saing di era digital,” kata Khofifah.
Pemprov Jatim juga mendorong transformasi pembelajaran agar tidak berorientasi pada hafalan, melainkan pada penguatan nalar kritis, pemecahan masalah, kreativitas, kolaborasi, serta literasi digital, dengan tetap menjunjung etika, integritas, dan nilai-nilai Pancasila.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur Aries Agung Paewai menyatakan bahwa sosialisasi tersebut merupakan yang pertama kali dilaksanakan di Indonesia dan menjadi tonggak penting bagi peran pendidikan daerah dalam menyiapkan talenta digital masa depan.
“Melalui pengelolaan talenta yang terarah sejak pendidikan, peserta didik akan memiliki peluang kerja yang lebih luas dan relevan dengan kebutuhan dunia usaha dan industri,” ujar Aries. JR3
