Surabaya, JatimReview.Com – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya melanjutkan proyek pelebaran Jalan Raya Menganti sebagai bagian dari upaya meningkatkan kapasitas jalan sekaligus mengurangi kemacetan di jalur penghubung Kota Surabaya dengan Kabupaten Gresik.
Kepala Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM) Kota Surabaya Hidayat Syah mengatakan proyek yang mulai dikerjakan tahun ini mencakup pelebaran ruas jalan sepanjang sekitar 950 meter, dari lebar semula sekitar 11 meter menjadi 15 meter.
Menurut Hidayat, peningkatan kapasitas jalan tersebut diharapkan mampu memperlancar arus kendaraan yang selama ini kerap tersendat di kawasan Jalan Raya Menganti, Jalan Babatan Unesa, Wiyung, hingga wilayah sekitarnya.
Selain pelebaran badan jalan, Pemkot Surabaya juga membangun sistem drainase sebagai bagian penting dari proyek tersebut. Pekerjaan diawali dengan pembangunan saluran tepi di lahan yang telah dibebaskan agar aliran air dapat terhubung ke sungai yang berada di tengah Jalan Raya Menganti.
“Saluran tepi kami kerjakan lebih dahulu agar sistem pembuangan air sudah siap sebelum pekerjaan utama dilanjutkan,” kata Hidayat.

Di saat bersamaan, DSDABM juga melakukan penataan jaringan utilitas dengan memindahkan tiang, kabel, dan gardu listrik milik PLN ke sisi selatan jalan. Langkah tersebut dilakukan setelah koordinasi bersama PLN agar proses konstruksi dapat berjalan tanpa mengganggu pasokan listrik bagi warga.
Setelah pemindahan utilitas selesai, pekerjaan akan dilanjutkan dengan penggalian tanah serta pemasangan corrugated concrete sheet pile (CCSP) atau tiang pancang beton di area sungai tengah dan badan jalan yang akan diperlebar.
Secara keseluruhan, proyek pelebaran Jalan Raya Menganti memiliki panjang sekitar 1,9 kilometer. Namun, pelaksanaan tahun ini difokuskan pada ruas sepanjang 950 meter yang membentang dari Masjid Al Hidayah hingga Puskesmas Lidah Kulon, Kecamatan Lakarsantri.
Sementara itu, pembangunan pada sisa ruas sepanjang 950 meter, mulai dari Puskesmas Lidah Kulon hingga Asrama Polisi (Aspol) Bangkingan, dijadwalkan berlangsung pada tahun depan karena masih menunggu penyelesaian proses pembebasan lahan.
Hidayat memastikan pekerjaan tahap pertama ditargetkan rampung sesuai jadwal mengingat seluruh lahan pada segmen tersebut telah tersedia sehingga proses konstruksi dapat berjalan lebih optimal. jr5/tar
