Surabaya, JatimReview.Com – Pemerintah Kota Surabaya terus memperluas pelaksanaan Gerakan Pangan Murah (GPM) dengan melibatkan kelompok tani, pembudidaya ikan, PD Rumah Potong Hewan (RPH), pelaku UMKM, hingga Koperasi Kelurahan Merah Putih (KKMP).
Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Surabaya Nanik Sukristina mengatakan keterlibatan berbagai pelaku usaha tersebut tidak hanya ditujukan untuk menyediakan kebutuhan pokok dengan harga terjangkau, tetapi juga membuka ruang bagi produk lokal agar semakin dikenal masyarakat.
“Mulai bulan ini KKMP ikut aktif terlibat, tidak hanya di Kecamatan Wiyung tetapi juga di kecamatan lain. Kami berusaha mengenalkan produk-produk poktan dan UMKM lokal agar makin dikenal luas oleh masyarakat,” kata Nanik di Surabaya, Rabu.

Program GPM digelar DKPP bersama sejumlah pihak di Balai RW 3, Jalan Sumberan, Kelurahan Balas Klumprik, Kecamatan Wiyung. Kegiatan tersebut menjadi salah satu upaya pemerintah menjaga keterjangkauan harga pangan sekaligus membantu mengendalikan inflasi.
Menurut Nanik, GPM dilaksanakan secara rutin setiap bulan dan berjalan beriringan dengan pasar murah yang digelar serentak di 31 kecamatan di Kota Surabaya.
Ia berharap kegiatan tersebut memberikan kemudahan bagi masyarakat untuk memperoleh bahan pangan berkualitas dengan harga yang lebih rendah dibandingkan harga pasar.
“Harapannya masyarakat bisa mendapatkan barang dengan kualitas bagus dan harga yang terjangkau. Langkah ini juga menjadi upaya kita untuk menekan angka inflasi secara berkelanjutan,” ujarnya.
Pada pelaksanaan GPM kali ini, sebanyak 17 penyedia menawarkan beragam kebutuhan pangan, mulai dari beras, minyak goreng, telur, gula, daging ayam, sayuran, buah-buahan, ikan, hingga makanan olahan.
KKMP Kelurahan Balas Klumprik, misalnya, menyediakan 400 zak beras SPHP dengan harga Rp58.000 per sak serta 600 liter Minyakita seharga Rp15.500 per liter.
Sementara itu, PT Surya Kreasi Pangan menyediakan 200 kilogram telur ayam ras dengan harga Rp23.500 per kilogram. PT Kebon Agung turut menjual 240 kilogram gula pasir seharga Rp17.000 per kilogram.
Pilihan pangan lainnya berasal dari PT Primafood International berupa daging ayam ras seharga Rp29.000 per ekor, telur ayam ras Rp24.000 per kilogram, serta berbagai produk makanan beku.
Masyarakat juga dapat membeli paket sayuran dari Pasar Induk Surabaya Sidotopo. Paket tersebut berisi bawang merah, bawang putih kating, dan cabai rawit dengan harga Rp5.000 per paket. Sementara cabai merah besar ditawarkan Rp3.000 per paket.
Produk telur dari Padat Karya Pemberdayaan Gamis juga tersedia dengan harga Rp13.000 per paket.
Selain kebutuhan pokok, DKPP turut menggandeng kelompok tani untuk menghadirkan komoditas segar seperti buah-buahan, ikan nila, dan ikan patin. Produk tersebut diharapkan dapat memperluas pilihan masyarakat sekaligus mendorong konsumsi pangan sehat dan bergizi.
Nanik mengatakan keterlibatan pelaku usaha lokal dalam GPM diharapkan menciptakan manfaat ganda. Masyarakat memperoleh pangan dengan harga terjangkau, sementara produk petani, pembudidaya ikan, dan UMKM mendapatkan akses pasar yang lebih luas.
“Semoga seluruh komoditas dapat terserap optimal sekaligus menggerakkan roda perekonomian warga sekitar,” katanya. jr5/sar
