Surabaya, JatimReview.Com – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menegaskan peran strategis ulama, pondok pesantren, serta umara sebagai pilar utama dalam menjaga kekuatan dan keberkahan Jawa Timur, baik dalam kehidupan dunia maupun akhirat.
Khofifah menyampaikan bahwa keberadaan pesantren dan ulama telah menjadi fondasi penting yang menguatkan Jawa Timur hingga saat ini.
“Para pendidik Al Quran, termasuk ustadz, ustadzah, serta guru Taman Pendidikan Al Quran (TPQ), memiliki kontribusi besar dalam membangun karakter masyarakat Jawa Timur,” katanya dalam keterangan resminya.

Menurut Khofifah, penguatan spiritual melalui Al Quran menjadi salah satu faktor yang menjaga Jawa Timur dari berbagai tantangan. Ia menekankan bahwa upaya belajar dan mengajarkan Al Quran merupakan bagian dari jalan pengabdian yang mulia bagi umat Islam.
Dia juga menyoroti peran historis Pondok Pesantren Langitan sebagai salah satu pusat keilmuan Islam dan pesantren tertua di Jawa Timur.
Ia mengungkapkan bahwa Presiden ke-4 RI KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) kerap menjadikan KH Abdullah Faqih atau Kiai Khos, pengasuh generasi keenam Pondok Pesantren Langitan, sebagai rujukan dalam berbagai persoalan kebangsaan dan keumatan.
Khofifah menyampaikan kerinduan masyarakat terhadap sosok Gus Dur yang dikenal luas sebagai pemikir dan tokoh pemersatu bangsa.
“Pemikiran dan keteladanan para ulama besar masih relevan dalam menghadapi tantangan kehidupan bermasyarakat saat ini,” ujar dia.
Dalam kesempatan tersebut, Khofifah juga membagikan kisah ulama Universitas Al-Azhar Mesir, Syaikh Muhammad Abdusshomad Mehanna, yang menyebut Jawa Timur sebagai daerah yang dipenuhi cahaya dan keberkahan. Kisah itu ia dengar langsung saat Syaikh Mehanna berkunjung ke Jawa Timur.
Menutup sambutannya, Khofifah mengajak masyarakat untuk terus mendoakan para ulama agar senantiasa menjadi penguat kehidupan beragama dan sosial di Jawa Timur, sekaligus memohon doa agar proses pembangunan di provinsi tersebut berjalan lancar dan memberikan manfaat yang luas bagi masyarakat. JR3
