Tumbuh 8 Persen, Allianz Syariah Bukukan Total Aset Rp 3,3 T di Tahun 2024

Jakarta, JatimReview.Com – Dari sisi bisnis asuransi syariah, Allianz Syariah mengalami pertumbuhan Kontribusi Bruto sebesar 8 persen menjadi Rp1,7 triliun. Allianz Syariah juga mencatatkan Total Asset senilai Rp3,3 triliun dan ekuitas senilai Rp 968,1 miliar pada tahun 2024.

Pertumbuhan ini didukung oleh minat masyarakat yang terus meningkat terhadap produk asuransi berbasis syariah, seiring meningkatnya kesadaran akan pentingnya perlindungan finansial yang sesuai dengan nilai dan keyakinan mereka.

Achmad K. Permana, Direktur Utama Allianz Life Syariah Indonesia, mengatakan, Allianz Syariah juga meneruskan amanah dari para peserta asuransi yang menerapkan prinsip saling tolong-menolong ketika ada peserta yang mengalami risiko, dengan membayarkan santunan asuransi sebesar Rp824,8 miliar.

Dari jumlah klaim yang dibayarkan, 25 persen adalah klaim meninggal dunia, 61 persen adalah klaim kesehatan, dan 13 persen adalah klaim kondisi penyakit kritis.

“Allianz Syariah senantiasa menjaga kesehatan keuangan dan prinsip kehati-hatian dalam mengelola dana peserta. Hal ini tercermin dari tingkat Risk-Based Capital (RBC) yang tercatat sebesar 1.800% untuk dana perusahaan, dan 158% untuk dana tabarru’,” ujar Achmad.

Dengan menjaga kekuatan finansial yang solid, Allianz Syariah memastikan dapat memenuhi seluruh kewajiban kepada peserta secara berkelanjutan, sejalan dengan prinsip transparansi dan amanah dalam pengelolaan dana tabarru’.

Tahun 2024 menjadi momentum penting bagi Allianz Syariah dalam memperkuat posisinya sebagai penyedia perlindungan berbasis syariah yang modern, relevan, dan terpercaya. Pertumbuhan kontribusi dan klaim yang sehat mencerminkan kepercayaan peserta terhadap solusi asuransi yang selaras dengan prinsip tolong-menolong dan keberlanjutan.

“Dengan memperluas akses, optimalisasi ekosistem digital, dan memperkuat kolaborasi, kami terus berbagi kebaikan yang menguatkan untuk memenuhi kebutuhan proteksi berbagai segmen masyarakat Indonesia” papar Achmad.

Dari sisi penjualan premi baru atau Annualized Premium Equivalent/APE gabungan tahun 2024, Allianz Life dan Allianz Syariah membukukan Rp4,3 triliun, mempertahankan pencapaian positif secara stabil dengan pertumbuhan 1,5 persen secara year-on-year dan market share sebesar 10,6 persen.

Allianz Life dan Allianz Syariah memperoleh APE untuk produk asuransi jiwa unit link sebesar Rp2,1 triliun di tahun 2024, yang menempatkan Allianz di posisi teratas di industri[1] untuk penjualan asuransi jiwa unit link.

Sedangkan APE untuk produk asuransi jiwa tradisional tercatat seimbang di Rp2,1 triliun, meningkat 43,7 persen dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

Dengan komposisi penjualan produk asuransi jiwa unit link dan tradisional yang seimbang, nasabah telah memercayakan Allianz Indonesia untuk memberikan beragam solusi perlindungan yang bisa dipilih sesuai dengan kebutuhan masing-masing nasabah.

Per kuartal I tahun 2025, Allianz Life dan Allianz Syariah mencatatkan pertumbuhan APE gabungan sebesar 32,4 persen menjadi Rp1,1 triliun[2], dengan komposisi penjualan produk asuransi jiwa unit link dan asuransi jiwa tradisional yang masih berimbang.


 

 

Related posts