Pemprov Jatim Raih Peringkat Teratas Indeks Satu Data Indonesia 2025

Surabaya, JatimReview.Com – Pemerintah Provinsi Jawa Timur menorehkan prestasi nasional dengan meraih peringkat pertama Indeks Satu Data Indonesia (SDI) Tahun 2025. Dalam penilaian yang dilakukan Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Bappenas, Jawa Timur memperoleh skor 90,13.

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyampaikan rasa syukur atas capaian tersebut dan menilai keberhasilan ini sebagai bukti konsistensi penguatan tata kelola data di lingkungan Pemerintah Provinsi Jawa Timur.

“Capaian ini menunjukkan bahwa upaya penguatan tata kelola data yang kami lakukan selama ini berjalan dengan baik dan memberikan dampak nyata,” kata Khofifah, Selasa (13/1).

Penetapan peringkat tersebut tertuang dalam surat Deputi Bidang Ekonomi dan Transformasi Digital Kementerian PPN/Bappenas Nomor 25406/D.03/PP.08/12/2025 tertanggal 31 Desember 2025.

Nilai Indeks SDI Jawa Timur mengalami peningkatan signifikan dibandingkan tahun sebelumnya yang tercatat sebesar 76,96. Dengan capaian tersebut, Jawa Timur berhasil mengungguli sejumlah provinsi lain, antara lain Daerah Istimewa Yogyakarta, Jawa Tengah, dan DKI Jakarta.

Evaluasi Penyelenggaraan Satu Data Indonesia merupakan bagian dari indikator Prioritas Nasional 7 dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025–2029. Penilaian dilakukan berdasarkan tiga domain utama, yakni kebijakan dan kelembagaan, penyelenggaraan Satu Data Indonesia, serta kepemimpinan data.

Khofifah menegaskan bahwa transformasi digital pemerintahan membutuhkan data yang valid, mutakhir, dan terintegrasi sebagai dasar perumusan kebijakan pembangunan.

“Data yang akurat menjadi kunci agar kebijakan yang dihasilkan tepat sasaran dan benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat,” ujarnya.

Menurutnya, penguatan tata kelola data juga mendorong terbentuknya budaya kerja berbasis data di birokrasi, sehingga proses perencanaan, pengambilan keputusan, dan evaluasi pembangunan dapat dilakukan secara lebih efektif, efisien, transparan, dan akuntabel.

Pemprov Jawa Timur, lanjut Khofifah, akan terus menjaga keberlanjutan capaian tersebut melalui peningkatan kapasitas sumber daya manusia, penyempurnaan sistem pendukung, serta penguatan kolaborasi dengan pemerintah kabupaten dan kota.

“Ke depan, Satu Data Indonesia harus benar-benar menjadi instrumen strategis untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat Jawa Timur,” pungkasnya. JR7

Related posts