Pemkot Surabaya Intensifkan Pasar Murah Tekan Inflasi Jelang Ramadhan 2026

Surabaya, JatimReview.Com – Pemerintah Kota Surabaya mengintensifkan pelaksanaan pasar murah dan Gerakan Pangan Murah (GPM) sebagai langkah antisipasi kenaikan harga bahan pokok menjelang bulan suci Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri 2026.

Kepala Bagian Perekonomian dan Sumber Daya Alam (BPSDA) Kota Surabaya, Vykka Anggradevi Kusuma, mengatakan berbagai upaya strategis terus dilakukan untuk menjaga stabilitas harga dan menekan inflasi di Kota Pahlawan.

“Upaya ini difokuskan untuk mengendalikan inflasi menjelang Ramadhan dan Idul Fitri 2026,” ujar Vykka, Rabu.

Ia menjelaskan, salah satu langkah yang ditempuh adalah menggelar pasar murah secara serentak selama sembilan hari pada 25 Februari hingga 5 Maret 2026. Selain itu, Pemkot Surabaya juga menyelenggarakan Gerakan Pangan Murah pada 10–13 Februari serta 4–11 Maret 2026.

“Pelaksanaan GPM tersebut dilakukan melalui kolaborasi dengan Perum Bulog, BUMD, dan pihak swasta pada 10 dan 13 Februari serta 4 dan 11 Maret 2026,” katanya.

Berbagai kebutuhan pokok disediakan dalam kegiatan tersebut, antara lain beras premium, gula pasir, minyak goreng, telur ayam, daging ayam ras beserta olahannya, daging sapi dan produk olahannya, serta komoditas hortikultura seperti cabai, bawang merah, dan bawang putih.

Selain itu, Pemkot Surabaya juga melakukan inspeksi mendadak (sidak) untuk memantau harga dan ketersediaan bahan pokok di pasar tradisional, toko swalayan, serta gudang dan distributor yang dilaksanakan mulai 11 Februari hingga 12 Maret 2026.

Vykka menambahkan, Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Kota Surabaya juga mengoptimalkan peran Kios TPID yang tersebar di sejumlah lokasi, seperti Pasar Genteng Baru, Pasar Tambahrejo, Pasar Karah, Pasar Gubeng Masjid, dan Pasar Balongsari.

“Kami juga terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat bahwa stok bahan pokok di Surabaya dalam kondisi aman dan mencukupi,” ujarnya.

Ia pun mengajak masyarakat berpartisipasi aktif dalam menjaga stabilitas harga dengan berbelanja secara bijak dan sesuai kebutuhan.

“Partisipasi warga sangat penting, salah satunya dengan tidak melakukan pembelian berlebihan atau panic buying,” katanya. JR7/Ara

Related posts