Kediri, JatimReview.Com – Pemerintah Kabupaten Kediri, Jawa Timur, terus mengintensifkan upaya penurunan angka pengangguran melalui berbagai program strategis, salah satunya fasilitasi sertifikasi kompetensi bagi para pencari kerja.
Bupati Kediri, Hanindhito Himawan Pramana, menyampaikan bahwa langkah tersebut menjadi bagian dari kebijakan terpadu yang dijalankan pemerintah daerah untuk meningkatkan kualitas tenaga kerja sekaligus memperluas peluang kerja.
Selain sertifikasi, Pemkab Kediri juga mendorong hilirisasi ekonomi melalui program padat karya serta penyelenggaraan bursa kerja (job fair) guna mempertemukan pencari kerja dengan dunia usaha.
“Berbagai kebijakan ini kami lakukan untuk menekan tingkat pengangguran terbuka sekaligus meningkatkan daya saing tenaga kerja,” ujarnya.

Berdasarkan data Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Kediri yang mengacu pada Badan Pusat Statistik (BPS), tingkat pengangguran terbuka (TPT) pada 2025 tercatat sebesar 4,71 persen. Angka tersebut menunjukkan tren penurunan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
Pada 2021, TPT berada di angka 5,15 persen dan sempat meningkat tajam menjadi 6,83 persen pada 2022 akibat dampak pandemi COVID-19. Namun, kondisi tersebut berangsur membaik dalam beberapa tahun terakhir.
“Dari 2024 ke 2025, jumlah pengangguran berkurang sekitar 11 ribu orang,” kata Dhito, sapaan akrabnya.
Untuk mendukung program tersebut, pemerintah daerah mengalokasikan anggaran lebih dari Rp14,44 miliar yang difokuskan pada pelatihan kerja, penempatan tenaga kerja, hingga fasilitasi bagi pelaku usaha.
Tak hanya itu, Pemkab Kediri juga menyiapkan strategi jangka panjang melalui pemberian insentif usaha, kemudahan perizinan, serta penyusunan roadmap tenaga kerja makro periode 2026–2030.
Menurut Dhito, penurunan angka pengangguran tidak hanya diukur dari statistik semata, tetapi juga dari kemampuan masyarakat dalam memperoleh pekerjaan yang layak dan berkelanjutan.
“Target kami ke depan, tingkat pengangguran bisa berada di bawah rata-rata provinsi yang saat ini di kisaran 3,88 persen,” katanya.
Sementara itu, Kepala Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Kediri, Ibnu Imad, menambahkan bahwa berbagai program terus dijalankan secara berkelanjutan untuk menekan angka pengangguran terbuka di daerah tersebut. JR7
