Surabaya, JatimReview.Com – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengajak Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) bersama pemerintah kabupaten/kota memperkuat tata kelola Program Makan Bergizi Gratis (MBG) agar kualitas layanan dan ketepatan sasaran penerima manfaat tetap terjaga.
Menurut Khofifah, peran aktif kepala daerah melalui pendampingan langsung di lapangan menjadi faktor penting dalam memastikan pelaksanaan program berjalan optimal, baik dari sisi distribusi maupun mutu layanan.
“Pogram MBG yang telah berjalan lebih dari satu tahun perlu terus dievaluasi dan disempurnakan. Praktik-praktik baik yang sudah terbukti efektif, dapat direplikasi di daerah lain, sementara berbagai kendala yang masih muncul harus segera ditangani secara bersama,” ujar dia dalam keterangan resminya.

Khofifah juga menekankan pentingnya kolaborasi antara SPPG, pemerintah daerah, dan berbagai pemangku kepentingan guna menjaga keberlanjutan program yang menjadi inisiatif Presiden Prabowo Subianto tersebut dalam mendukung terwujudnya Generasi Emas Indonesia 2045.
Secara khusus, ia mengapresiasi kinerja SPPG di Pondok Pesantren Al Anwar Bangkalan yang dinilai berkontribusi nyata dalam pemenuhan gizi para santri dan siswa.
Sementara itu, Deputi Bidang Penyaluran dan Penyediaan Badan Gizi Nasional Brigjen (Purn) Suardi Samiran menyampaikan apresiasi atas komitmen Pemerintah Provinsi Jawa Timur dalam mempercepat implementasi MBG, khususnya di wilayah Madura.
Ia menyebut SPPG Ponpes Al Anwar Bangkalan sebagai pelopor pelaksanaan program MBG di Pulau Madura yang dapat dijadikan rujukan bagi daerah lain.
Menurutnya, selain meningkatkan kualitas gizi masyarakat, program MBG juga memberikan dampak ekonomi bagi daerah setempat.
Ketua Yayasan Ponpes Al Anwar Bangkalan KH Muchlis menambahkan bahwa keberhasilan pelaksanaan MBG di wilayahnya tidak terlepas dari dukungan Pemerintah Provinsi Jawa Timur, khususnya peran Gubernur Khofifah dalam mendorong program tersebut dapat dirasakan oleh siswa dan tenaga pendidik. JR5
