Khofifah Pastikan Stok Bahan Pokok Jatim Aman Lewat Pasar Murah

Surabaya, JatimReview.Com – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa memastikan ketersediaan bahan pokok di Jawa Timur tetap aman dan harga relatif stabil menjelang Idul Fitri 1447 Hijriah melalui pelaksanaan pasar murah sebagai upaya pengendalian inflasi daerah.

“Harga tetap stabil dan masyarakat dapat berbelanja dengan tenang, khususnya selama bulan Ramadhan,” kata Khofifah dalam keterangan resminya, Senin (9/3).

Menurut Khofifah, pasar murah yang digelar di Taman Parembhegen Patemon, Kabupaten Pamekasan, menjadi salah satu langkah pemerintah untuk menjaga keterjangkauan harga bahan pokok sekaligus memperkuat upaya pengendalian inflasi di daerah.

Melalui kegiatan tersebut, masyarakat dapat memperoleh berbagai kebutuhan pokok dengan harga yang lebih rendah dibandingkan harga pasar sehingga membantu memenuhi kebutuhan rumah tangga menjelang Lebaran.

Ia menjelaskan menjelang Idul Fitri biasanya terjadi peningkatan permintaan berbagai komoditas pangan sehingga pemerintah terus melakukan berbagai langkah stabilisasi agar distribusi dan harga tetap terkendali.

“Pengendalian inflasi dan stabilisasi harga perlu terus dilakukan agar masyarakat tetap mendapatkan akses bahan pokok dengan harga terjangkau,” ujarnya.

Dalam pasar murah tersebut, sejumlah bahan pokok dijual dengan harga di bawah harga pasar, antara lain beras premium Rp14.000 per kilogram, beras medium Rp11.000 per kilogram, minyak goreng merek MinyaKita Rp13.000 per liter, telur ayam ras Rp22.000 per kemasan, tepung terigu Rp10.000 per kilogram, serta gula pasir Rp14.000 per kilogram.

Selain itu tersedia pula bawang putih Rp6.000 per 250 gram, bawang merah Rp7.000 per 250 gram, cabai rawit merah Rp4.000 per 100 gram, cabai merah besar Rp2.000 per 100 gram, serta daging ayam ras Rp30.000 per kemasan.

Pada kesempatan tersebut, Khofifah juga menyalurkan bantuan beras kepada warga lanjut usia serta membagikan telur kepada ibu hamil dan anak-anak sebagai bagian dari upaya mendukung pemenuhan gizi keluarga.

Ia juga membeli sejumlah produk pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) yang ikut berpartisipasi dalam kegiatan tersebut sebagai bentuk dukungan terhadap perekonomian lokal.

Salah satu pengunjung pasar murah, Tutik, warga Kelurahan Patemon yang sehari-hari berjualan nasi ayam, mengaku kegiatan tersebut sangat membantu masyarakat dalam memenuhi kebutuhan pokok menjelang Lebaran.

“Saya membeli beras, bawang merah, ayam, telur, gula, dan tepung. Harganya lebih terjangkau sehingga sangat membantu, apalagi untuk menambah stok kebutuhan rumah tangga sampai Hari Raya,” ujarnya. JR7/ Tar

Related posts