Surabaya, JatimReview.Com – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menekankan pentingnya kolaborasi antara pekerja, pengusaha, dan pemerintah dalam mendorong kemajuan industri sekaligus meningkatkan kesejahteraan tenaga kerja pada peringatan Hari Buruh Internasional 2026 di Surabaya, Jumat.
Menurut Khofifah, momentum May Day tidak hanya menjadi ajang peringatan, tetapi juga sarana refleksi bersama untuk memperkuat sinergi lintas sektor. Ia menilai hubungan industrial yang harmonis merupakan fondasi penting dalam menciptakan pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan di Jawa Timur.
Pemerintah Provinsi Jawa Timur, lanjutnya, berkomitmen menghadirkan kebijakan yang mampu melindungi pekerja sekaligus menjaga iklim investasi tetap kondusif. Ia menegaskan bahwa pertumbuhan industri harus berjalan beriringan dengan peningkatan kesejahteraan tenaga kerja.
“Tidak boleh ada yang tertinggal. Industri maju, pekerja juga harus sejahtera,” ujarnya.

Selain itu, Khofifah menyoroti pentingnya perlindungan tenaga kerja melalui jaminan sosial ketenagakerjaan dan kesehatan sebagai hak dasar yang harus dipenuhi. Dengan perlindungan tersebut, pekerja diharapkan dapat bekerja lebih aman, produktif, dan memiliki kepastian masa depan.
Di sisi lain, peningkatan produktivitas dinilai menjadi faktor kunci dalam memperkuat ekonomi daerah. Karena itu, penguatan kompetensi sumber daya manusia melalui pelatihan vokasi, upskilling, dan reskilling dinilai perlu terus didorong agar pekerja mampu mengikuti perkembangan industri dan transformasi digital.
Ia juga mengapresiasi kontribusi para pekerja di Jawa Timur yang selama ini berperan besar dalam pembangunan dan pertumbuhan ekonomi daerah.
“Terima kasih kepada seluruh pekerja yang telah memberikan dedikasi terbaik bagi kemajuan Jawa Timur,” kata Khofifah. jr5
