Surabaya, JatimReview.Com – BPJS Ketenagakerjaan menjalin sinergi dengan Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama Jawa Timur (PWNU Jatim) untuk memperluas perlindungan bagi pekerja sektor informal melalui pendekatan berbasis komunitas.
Dewan Pengawas BPJS Ketenagakerjaan, Alif Noeriyanto Rahman, mengatakan kerja sama ini merupakan bagian dari implementasi strategi 3C—Care, Coverage, Credibility—yang menitikberatkan pada peningkatan cakupan kepesertaan.
Menurutnya, kolaborasi tersebut dilandasi potensi besar di lingkungan Nahdlatul Ulama yang mayoritas anggotanya bekerja di sektor informal.
“Dari sekitar 61 juta anggota NU, sekitar 80 persen merupakan pekerja informal. Ini menjadi peluang besar untuk memperluas perlindungan sosial ketenagakerjaan,” ujarnya di Surabaya.

Ia menambahkan, sinergi ini diharapkan segera diformalkan melalui penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara kedua pihak, sekaligus menjadi model pengembangan perlindungan pekerja berbasis komunitas di tingkat nasional.
Ketua Tanfidziyah PWNU Jatim, Abdul Hakim Mahfudz atau Gus Kikin, menyambut positif langkah tersebut. Ia menegaskan bahwa NU sebagai organisasi keagamaan terbuka bagi berbagai profesi, sehingga perlindungan terhadap pekerja menjadi bagian penting dalam upaya meningkatkan kesejahteraan umat.
“NU adalah rumah besar bagi semua kalangan. Kolaborasi ini diharapkan membawa manfaat nyata, khususnya bagi para pekerja,” katanya.
Sementara itu, Direktur Perencanaan Strategis dan Teknologi Informasi BPJS Ketenagakerjaan, Ihsanudin, menilai pendekatan komunitas menjadi strategi efektif untuk menjangkau pekerja yang belum tersentuh sistem perlindungan formal.
Ia menyebut jaringan NU di Jawa Timur sebagai pintu masuk strategis untuk mempercepat perluasan kepesertaan program jaminan sosial.
Lebih lanjut, Ihsanudin mengaitkan pentingnya perlindungan sosial dengan prinsip Maqashid Syariah, yang menekankan perlindungan terhadap aspek-aspek dasar kehidupan manusia.
“Risiko kerja tidak bisa dihindari. Ketika itu terjadi, negara hadir melalui BPJS Ketenagakerjaan dengan memberikan santunan hingga beasiswa, dengan iuran yang terjangkau,” ujarnya. jr5/tar
