Surabaya, JatimReview.Com – Kesadaran global terhadap pentingnya produk halal yang terus meningkat menjadi momentum bagi Indonesia untuk tampil sebagai pusat industri halal dunia. Hal ini disampaikan oleh Pelaksana Tugas Direktur Asia Tenggara Kementerian Luar Negeri, Dewi Justicia Meidiwaty, dalam acara Halal Indonesia Go Regional: Dialog Perluasan Pasar Kawasan Industri Halal Indonesia yang digelar di Surabaya, Selasa (26/8).
“Kita berada pada posisi yang sangat strategis untuk memimpin industri halal secara global. Selain pasar domestik yang kuat, dukungan populasi Muslim yang besar menjadi keunggulan kita,” ujar Dewi.
Ia menyebut, industri halal saat ini telah berkembang menjadi kekuatan ekonomi global bernilai triliunan dolar AS, mencakup berbagai sektor mulai dari makanan dan minuman, farmasi, logistik, keuangan, kosmetik hingga gaya hidup.

Menurut proyeksi, nilai industri halal global untuk sektor makanan saja diperkirakan mencapai 3,27 triliun dolar AS pada tahun 2028. Dewi menilai Indonesia punya potensi besar untuk mengambil bagian dalam pasar tersebut.
Dengan 89 persen penduduk beragama Islam, Indonesia memiliki basis konsumen yang kuat dan terus berkembang untuk produk halal. Hal ini juga menjadi alasan utama pemerintah mendorong pengembangan Kawasan Industri Halal (KIH) sebagai pusat produksi dan inovasi halal.
“Salah satunya adalah Halal Industrial Park Sidoarjo (HIPS), yang dirancang khusus dengan fasilitas dan infrastruktur untuk mendukung produksi halal secara komprehensif,” tambah Dewi.
Ia menegaskan, KIH bukan hanya fasilitas fisik, tetapi juga platform strategis yang mengintegrasikan inovasi, kepatuhan terhadap standar halal, serta membuka akses perdagangan internasional.
Namun demikian, Dewi mengingatkan bahwa perluasan pasar halal harus dilakukan dengan perencanaan matang dan implementasi yang efektif. Koordinasi antarlembaga, peningkatan sertifikasi halal, dan kerja sama dengan mitra di kawasan Asia Tenggara, Asia Selatan, Asia Tengah hingga Timur Tengah menjadi hal yang krusial.
“Industri halal tidak hanya berperan sebagai sektor ekonomi, tetapi juga mampu menciptakan lapangan kerja dan memberikan kontribusi signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi nasional,” pungkasnya. JR5
