Lumajang, JatimReview.Com – Aktivitas vulkanik Gunung Semeru kembali meningkat dengan terjadinya erupsi pada Senin pagi. Letusan tercatat menghasilkan kolom abu setinggi sekitar 1.000 meter di atas puncak.
Petugas Pos Pengamatan Semeru, Sigit Rian Alfian, menyampaikan bahwa erupsi terjadi pada pukul 09.23 WIB. Kolom abu terlihat berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas tebal mengarah ke barat dan barat laut.
“Erupsi terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 22 mm dan berlangsung selama 113 detik,” ujarnya dalam keterangan resminya, Senin.

Sepanjang pagi hari, gunung tertinggi di Pulau Jawa tersebut tercatat mengalami enam kali erupsi. Aktivitas dimulai pada pukul 05.45 WIB dengan tinggi kolom letusan 500 meter, kemudian meningkat berturut-turut hingga mencapai sekitar 1 kilometer di atas puncak pada beberapa letusan berikutnya.
Saat ini, status aktivitas Semeru masih berada pada Level III atau Siaga. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi mengeluarkan sejumlah rekomendasi untuk keselamatan masyarakat.
Warga dilarang melakukan aktivitas di sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan hingga jarak 13 kilometer dari puncak. Selain itu, masyarakat juga tidak diperbolehkan beraktivitas dalam jarak 500 meter dari sempadan sungai di kawasan tersebut karena potensi awan panas dan aliran lahar yang dapat meluas hingga 17 kilometer.
Di luar itu, radius lima kilometer dari kawah juga harus dikosongkan karena berisiko terkena lontaran material pijar.
Masyarakat di sekitar lereng Semeru diimbau tetap waspada terhadap potensi awan panas, guguran lava, serta aliran lahar yang dapat terjadi sewaktu-waktu, terutama di sepanjang aliran sungai seperti Besuk Kobokan dan anak-anak sungainya. JR5/tar
