Surabaya, JatimReview.Com – Kondisi ekonomi yang melambat pertumbuhannya membuat pasar property diperkirakan mengalami penurunan. Namun begitu, kalangan agen properti tetap optimis sebab properti merupakan kebutuhan utama.
Rudy Sutanto, Dewan Kehormantan AREBI Jatim menjelaskan, hingga kuarta 1 tahun 2025 (Q1/2025) keadaan perekonomian tidak sedang baik baik saja. Faktor geopoitik dan tarif trump cukup significant mempengaruhi daya beli masyarakat.
“Akibatnya penjualan properti baik primary maupun secondary market di Q1/2025 mengalami kontraksi penurunan. Ya kurang lebih 25 % secara volume,” ujar Rudy, Minggu (11/5).

Meskipun begitu, anggota AREBI Jatim tetap optimis, mengingat Properti adalah kebutuhan. Meskipun penjualan unit agak menurun tapi transaksi sewa naik signifikan. Stock unit sewa cukup banyak karena banyak developer yang sudah menyerahkan unitnya pada pembeli.
“Trend sewa unit naik sangat signifikan karena perhitungan biayanya. Uang yang bisa dipakai untuk nyicil akan digunakan untuk modal usaha. Jadi productive money,” ujarnya.
Mantan Ketua DPD AREBI Jatim ini mengakui, pelambatan laju ekonomi akan berdampak signifikan terhadap market properti. Bagi pelaku usaha, mereka akan skip dulu investasi properti. Dana yang ada akan digunakan untuk memperkuat cashflow usahanya.
Sementara bagi pekerja banyak yang menahan diri. Sebab gelombang layoff atau PHK masih belum berhenti. Sehingga mereka ada kekhawatiran untuk membeli properti sekarang, karena takut tidak mampu melanjutkan cicilan KPR bila terkena layoff.
Apalagi perbankan juga bersikap sangat prudent terhadap pengucuran kredit terutama bagi pekerja. Mereka mempertimbangkan di sektor mana calon debitur bekerja. Perbankan memilih sektor yang Sunrise dan establish, barulah Bank meng-approve Kredit yang di ajukan.
“Kalo nggak hati hati nanti NPL bank bisa naik,” tambah mantan Ketua AREBI Jatim ini.
Rudy yang juga Princial Java Property CitraLand Surabaya mengaku masih ada celah untuk mendongkrak penjualan. Misalnya, bagi developer harus lebih kreatif dan inovatif dalam merilis produknya. Sering membuat konten atas unitnya untuk menjaga awearness dari Niche Buyer.
Fasilitas hunian juga harus dibuat semakin lengkap untuk menarik pembeli. Sebab konsumen sekarang semakin kritis. Tidak hanya soal harga, Lokasi dan juga akses, namun fasilitas hunian juga menjadi pertimbangan utama bagi calon pembeli, terutama pembeli Gen Z dan Milenial.
“Sebab pilihanya semakin banyak baik lokasi maupun aksesnya. Namun tidak banyak hunian yang memiliki fasilitas lengkap. Adapun untuk harga, segmen atas harga Rp 3-5 miliar dan segmen midle Rp 350 juta – 1 miliar yang masih mudah diserap pasar,” tutup Rudy. JR1
