Kinerja Pakuwon Jati Tetap Moncer Ditopang Reccurring Income di Semester I/2026

Surabaya, JatimReview.Com – PT Pakuwon Jati (PWON) membukukan kinerja keuangan yang stabil pada semester pertama tahun 2026 ditengah meningkatnya ketidakpastian ekonomi global, didukung oleh kekuatan berkelanjutan dari portofolio recurring income.

Total pendapatan relatif stabil sebesar Rp 3,37 triliun apabila dibandingkan periode yang sama tahun lalu, Perseroan kembali menunjukkan ketangguhan model bisnis melalui pertumbuhan basis pendapatan recurring income sebesar 7% menjadi Rp 2,89 triliun dibandingkan Rp 2,69 triliun pada periode yang sama tahun lalu.

“Pertumbuhan ini berhasil mengimbangi moderasi pendapatan development yang disebabkan oleh perbedaan waktu pengakuan pendapatan dari serah terima unit,” ujar Minarto Basuki, Direktur dan Corporate Secretary PT Pakuwon Jati Tbk, Kamis (30/7).

Dikatakan, laba kotor meningkat 2% menjadi Rp 1,92 triliun, dibandingkan pada periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp 1,88 triliun. EBITDA tumbuh 3% dari Rp 1,82 triliun menjadi Rp 1,88 triliun dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Pertumbuhan portfolio recurring income didorong oleh kinerja yang tetap solid dari segmen retail mal dan hospitality. Pendapatan recurring Perseroan pada semester pertama 2026 mencapai Rp 2,89 triliun meningkat 7% dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp 2,69 triliun.

Terdiri atas pendapatan retail mal sebesar Rp 2,06 triliun, naik 7% dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp 1,92 triliun, pendapatan office leasing sebesar Rp 124 miliar turun sebesar 16% dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp 147 miliar dan pendapatan hospitality sebesar Rp 709 miliar, naik 15% dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 618 miliar.

“Revenue per segmen terdiri dari retail leasing 61%, hotel dan serviced apartment 21%, office leasing 4%, condominium sales 8%, landed houses sales 5% dan office sales 1%,” tambah dia.

Marketing Sales untuk Semester 1 Tahun 2026

Perseroan mencatatkan marketing sales periode semester 1 tahun 2026 sebesar Rp 565 miliar turun 6% dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 603 miliar. Perusahaan mencatat sekitar 42% dari total marketing sales berasal dari program insentif PPNDTP yang telah berlaku sejak akhir tahun 2023.

“Komposisi penjualan periode semester 1 tahun 2026 terdiri dari condominium dan office sebesar 67% serta landed houses 33%,” ungkap Minarto

Terkait belanja modal, Minarto mengaku, selama semester I/2026, Perseroan telah mengucurkan belanja modal sebesar Rp 412 miliar. Dana tersebut digunakan untuk pembiayaan proyek konstruksi Pakuwon Mall Surabaya tahap 5. jr1/lis

Related posts