Surabaya, JatimReview.Com — Jahja B Soekandar, Advisor AFI dan Wakil Ketua Bidang Perdagangan Apindo Pusat, mendorong pelaku usaha waralaba di Indonesia untuk tidak hanya menjadi pasar bagi merek asing, tetapi juga mampu membawa merek lokal menembus pasar internasional.
Hal tersebut disampaikan Jahja saat pembukaan Info Franchise & Business Concept (IFBC) Expo 2026 di Grand City Convention Surabaya, Jumat (11/9).
Menurutnya, Indonesia memiliki potensi besar untuk mengembangkan bisnis waralaba, terutama dengan semakin banyaknya merek lokal yang memiliki konsep bisnis dan produk yang kompetitif.
“AFI merupakan organisasi waralaba pertama di Indonesia yang berdiri pada 1991 memiliki komitmen untuk terus mendorong pertumbuhan industri waralaba nasional,’ kata Jahja.

Ia menjelaskan, AFI juga terlibat dalam jaringan waralaba internasional melalui keanggotaannya di Asia-Pacific Franchise Confederation dan World Franchise Council. Keterlibatan tersebut dinilai menjadi peluang bagi pelaku waralaba Indonesia untuk memperluas jejaring sekaligus membuka akses ke pasar global.
Dia menilai tantangan terbesar saat ini adalah bagaimana merek-merek waralaba Indonesia dapat mengikuti jejak merek asing yang telah sukses masuk dan berkembang di pasar nasional.
“Kapan waralaba Indonesia berjaya di luar negeri. Indonesia janga hanya jadi market brand-brand asing saja. Saatnya brand Indonesia berjaya di luar negeri,” tambah dia.
Karena itu, ia mengajak pelaku usaha untuk memanfaatkan berbagai peluang yang tersedia dalam ekosistem waralaba. Sistem waralaba dapat menjadi salah satu cara praktis bagi masyarakat untuk mengembangkan usaha dengan dukungan merek, sistem bisnis, dan pengalaman dari pemilik waralaba.
“Banyak peluang yang bisa dikembangkan dan menjadi prospektif Anda sebagai pengusaha dengan cara yang sangat singkat, praktis,” tuturnya.
Jahja mengajak calon maupun pelaku usaha yang ingin mengembangkan bisnis waralaba untuk belajar dan membangun kolaborasi bersama AFI. Penguatan kapasitas pelaku usaha dinilai penting agar merek lokal tidak hanya mampu bertahan di pasar domestik, tetapi juga siap bersaing di tingkat internasional.
Ia berharap perkembangan industri waralaba dapat memberikan kontribusi lebih besar terhadap perekonomian daerah, khususnya Jawa Timur, sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi Indonesia.
“Kita bersama-sama membangun Indonesia melalui waralaba merek lokal, waralaba merek sendiri,” tutup Jahja. jr5/is
