Khofifah Dorong Anggaran Rp27,52 Triliun Lima Sektor Prioritas Lebih Tepat Sasaran

Surabaya, JatimReview.Com — Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meminta perencanaan dan penganggaran pembangunan di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota disusun lebih tepat sasaran agar setiap program pemerintah memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Hal tersebut disampaikan Khofifah saat menerima audiensi Kepala Perwakilan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Jawa Timur Hasoloan Manalu yang menyampaikan hasil evaluasi perencanaan dan penganggaran Pemprov Jatim serta 38 pemerintah kabupaten/kota. “Terima kasih atas evaluasi dan masukannya. Ini memandu kami untuk membuat perencanaan dan indikator yang memiliki keterdampakan langsung kepada masyarakat. Karena program-program pemerintah memang harus ada…

Literasi Keuangan Jatim Lampaui Nasional, OJK Persempit Kesenjangan

Surabaya, JatimReview.Com – Indeks literasi keuangan masyarakat Jawa Timur pada 2026 tercatat mencapai 72,07 persen atau lebih tinggi dibandingkan capaian nasional sebesar 65,57 persen. Meski demikian, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menilai masih diperlukan penguatan edukasi agar akses terhadap layanan keuangan diikuti kemampuan masyarakat dalam mengelola keuangan. Berdasarkan Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2026 yang digelar OJK bersama Badan Pusat Statistik (BPS), indeks inklusi keuangan Jawa Timur mencapai 91,86 persen. Angka tersebut masih berada sedikit di bawah capaian nasional sebesar 93,61 persen. Interims Head of  OJK Jawa Timur Horas…

Jatim Perkuat Peran sebagai Pusat Manufaktur dan Gateway Indonesia Timur

Surabaya, JatimReview.Com – Pemerintah Provinsi Jawa Timur terus memperkuat posisi daerah sebagai pusat manufaktur sekaligus pintu gerbang logistik menuju kawasan Indonesia Timur. Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak mengatakan besarnya nilai impor Jawa Timur tidak sepenuhnya mencerminkan tingginya ketergantungan terhadap produk jadi dari luar negeri. Menurutnya, sebagian besar komoditas yang masuk ke Jawa Timur justru merupakan kebutuhan industri seperti mesin, baja, plastik, bahan baku, serta berbagai material yang selanjutnya diproses oleh industri di dalam daerah. “Jadi bukan diimpor barang jadi, tapi raw material kemudian diolah di pabrik-pabrik kita dan dijual…