Surabaya, JatimReview.Com – Pemerintah Kota Surabaya mengapresiasi kehadiran Waron Hospital sebagai rumah sakit modern yang secara khusus memfokuskan layanan kesehatan bagi perempuan dan anak. Apresiasi tersebut disampaikan Wali Kota Surabaya, Dr. Eri Cahyadi, S.T., M.T., dalam acara Grand Opening Waron Hospital yang ditandai dengan penandatanganan prasasti, Jumat (26/12/2025).
Penandatanganan prasasti ini menjadi simbol komitmen bersama antara Pemkot Surabaya dan manajemen Waron Hospital dalam memperkuat ekosistem layanan kesehatan kota, sekaligus mendukung Surabaya sebagai pusat rujukan layanan kesehatan modern yang berdaya saing di tingkat nasional dan regional.
Wali Kota Eri Cahyadi mengatakan, kehadiran Waron Hospital memberikan alternatif baru bagi masyarakat Surabaya dalam memperoleh layanan kesehatan, terutama bagi perempuan dan anak-anak. Menurutnya, rumah sakit dengan spesialisasi tersebut sangat dibutuhkan untuk menciptakan rasa aman dan nyaman bagi pasien.
“Sudah lama kami berharap Surabaya memiliki rumah sakit yang fokus pada perempuan dan anak. Alhamdulillah, harapan itu kini terwujud dengan hadirnya Waron Hospital,” ujar Eri, Jumat (26/12).

Ia menilai, selama ini tidak sedikit perempuan dan anak yang merasa kurang nyaman ketika harus dirawat bersama pasien umum. Dengan adanya rumah sakit khusus, pelayanan kesehatan dapat diberikan secara lebih optimal dan sesuai kebutuhan pasien.
Selain itu, Eri juga menyoroti konsep Waron Hospital yang modern dan inovatif, termasuk pemanfaatan teknologi robotik dalam berbagai layanan. Mulai dari pengantaran makanan pasien, pelayanan farmasi, hingga tindakan medis dan operasi, seluruhnya dirancang untuk mendukung pengembangan medical tourism di Surabaya.
“Suasananya tidak seperti rumah sakit pada umumnya, tetapi lebih menyerupai hotel. Kondisi ini membuat pasien merasa lebih nyaman secara psikis, dan itu sangat membantu proses penyembuhan,” tuturnya.
Menurut Eri, Waron Hospital juga didukung tenaga medis profesional dengan layanan yang sangat lengkap, seperti bedah saraf, layanan kecantikan, hingga program bayi tabung yang terintegrasi khusus bagi perempuan dan anak.
“Kami melihat ini sebagai paket lengkap. Kepercayaan adalah kunci utama medical tourism, dan kami optimistis Waron Hospital dapat mendorong Surabaya menjadi tujuan layanan kesehatan,” katanya.
Sementara itu, CEO Waron Hospital, Dr. dr. H. Amang Surya P., Sp.OG., F-MAS, menjelaskan bahwa Waron Hospital dirancang untuk menjawab kompleksitas permasalahan kesehatan perempuan dan anak yang selama ini belum sepenuhnya terakomodasi.
“Rumah sakit perempuan dan anak bukan hanya soal persalinan. Anak juga membutuhkan layanan lain seperti bedah, THT, hingga gigi anak. Semua itu kami siapkan di Waron Hospital,” ungkapnya.
Ia menambahkan, Waron Hospital menghadirkan berbagai layanan unggulan, di antaranya penanganan kesuburan, Maternal-Fetal Medicine Center (FAIMA) untuk bayi dengan kondisi khusus sejak dalam kandungan, serta sistem farmasi berbasis robotik yang mampu memproses hingga 120 resep per jam dengan tingkat kesalahan yang sangat minim.
Dalam waktu dekat, Waron Hospital juga akan dilengkapi dengan teknologi Surgery Robotic untuk berbagai tindakan operasi, seperti kanker, tumor, batu empedu, ginjal, hingga usus buntu. Teknologi ini diklaim lebih presisi, minim trauma, serta mempercepat masa pemulihan pasien.
“Ini akan menjadi yang pertama di luar Jakarta. Investasinya sekitar Rp 30 miliar dan diperkirakan tiba dalam dua bulan ke depan,” jelasnya.
Tak hanya berfokus pada layanan di rumah sakit, Waron Hospital juga berkomitmen berkolaborasi dengan Pemkot Surabaya melalui program Mobile Clinic. Klinik berjalan ini ditujukan untuk menjangkau masyarakat kurang mampu, khususnya dalam pelayanan kesehatan perempuan dan anak serta pencegahan stunting.
“Setiap dokter di Waron Hospital kami dorong untuk terlibat dalam pelayanan sosial melalui Mobile Clinic. Kami ingin rumah sakit ini tidak hanya modern, tetapi juga memberi manfaat nyata bagi warga Surabaya dan sekitarnya,” pungkas dr. Amang. JR7
