Waron Hospital Pelopori Layanan Bedah Robotik di Surabaya dan Indonesia Timur

Surabaya, JatimReview.Com – Inovasi teknologi kesehatan terus berkembang di Surabaya. Waron Hospital kini resmi menghadirkan layanan bedah robotik, menjadikannya rumah sakit pertama di Indonesia bagian tengah dan timur yang mengoperasikan teknologi bedah berbasis robot.

Penggunaan Multi-Port Endoscopic Robotic Surgical System ini menandai langkah besar Waron Hospital dalam menghadirkan layanan medis berpresisi tinggi. Sebelumnya, teknologi bedah robotik hanya tersedia di Jakarta dan secara nasional baru digunakan di tiga rumah sakit.

CEO Waron Hospital, dr. Amang S.P., SpOG.F-MAS, mengatakan bahwa kehadiran teknologi ini memberikan manfaat besar baik bagi dokter maupun pasien. Sistem robotik memungkinkan tindakan bedah dilakukan secara minimal invasif dengan visualisasi yang lebih jelas dan instrumen yang sangat stabil.

“Robotik surgery memberikan tingkat presisi yang jauh lebih tinggi dibandingkan operasi konvensional atau laparoskopi. Bahkan didaerah yang paling sulit sekalipun juga bisa dijangkau dengan mudah karena handpieces bisa berputar,” ujar dr. Amang, Jumat (23/1).

Teknologi ini dapat digunakan untuk berbagai prosedur bedah, mulai dari kebidanan dan kandungan, saluran cerna, hingga saluran kemih. Pada tahap awal, enam pasien dari Surabaya dijadwalkan menjalani operasi robotik perdana pada 2, 3 dan 4 Februari 2026, dengan indikasi medis seperti kista rahim, tumor rahim, hingga tindakan histerektomi.

Dr. Amang menegaskan bahwa meskipun menggunakan teknologi robotik, seluruh tindakan tetap dikendalikan oleh dokter spesialis yang telah tersertifikasi. Saat ini, Waron Hospital  memiliki 8 dokter spesialis obstetri dan ginekologi yang kompeten dalam bedah robotik.

“Robotic surgery sangat bermanfaat baik bagi pasien maupun dokter. Ke depan, Waron Hospital berencana memperluas layanan bedah robotik ke bidang urologi, bedah jantung, dan bedah digestif,” ungkapnya.

Selain presisi yang lebih tinggi, bedah robotik juga memberikan keuntungan signifikan bagi pasien, seperti luka operasi yang lebih kecil, perdarahan minimal, nyeri pascaoperasi yang lebih ringan, serta waktu pemulihan dan rawat inap yang lebih singkat.

Dari sisi biaya, dr. Amang menyebutkan bahwa tarif operasi robotik relatif sebanding dengan laparoskopi, sehingga tetap terjangkau oleh masyarakat. Dalam sehari, maksimal 4 dapat dilakukan dengan tetap mengutamakan standar sterilisasi dan keselamatan pasien.

Sementara itu, Branch Manager idsMED Eastern Indonesia, Jimmy Surjadarma, menyampaikan bahwa sistem robotik MP1000 dirancang untuk meningkatkan kualitas layanan kesehatan secara menyeluruh.

“Teknologi ini mendukung prosedur minimal invasif yang berdampak langsung pada pemulihan pasien yang lebih cepat dan aman,” ujarnya.

Sebagai rumah sakit yang fokus pada layanan kesehatan perempuan dan anak, Waron Hospital mengusung konsep smart hospital dengan tagline “Heal in Happy Way”. Pendekatan tidak hanya pada aspek medis, tetapi juga kenyamanan serta emosional pasien dan keluarga.

Waron Hospital memiliki delapan Brand of Excellence, antara lain Fertility Center (ASHA IVF), Maternal-Fetal Medicine Center (FAIMA), Oncology Center (THE CELL), Andrology Center (MACHOS), Operative Reconstructive & Aesthetic Surgery (THE CORE), Pediatric Nutrition Center, Neonatal Intensive Care, serta Minimal Invasive Surgery Center (THE HOLE).

Didukung fasilitas IGD 24 jam, ICU, NICU Level 3, PICU, dan berbagai layanan penunjang lainnya, Waron Hospital berkomitmen menghadirkan pelayanan kesehatan modern yang berorientasi pada kualitas hidup dan keselamatan pasien. JR3

Related posts