Surabaya, JatimReview.Com – Pemerintah Provinsi Jawa Timur terus memperkuat upaya pengendalian inflasi melalui penyelenggaraan pasar murah di berbagai daerah. Salah satunya digelar di Balai Desa Banjarsari, Kecamatan Cerme, Kabupaten Gresik, sebagai langkah menjaga keterjangkauan harga kebutuhan pokok bagi masyarakat.
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengatakan pasar murah menjadi instrumen penting pemerintah daerah dalam menjaga stabilitas harga, terutama pada awal tahun ketika harga pangan kerap mengalami fluktuasi.
“Melalui pasar murah, pemerintah hadir langsung untuk memastikan masyarakat dapat memenuhi kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau,” ujar Khofifah dalam keterangan resminya, Kamis (15/3).

Dalam kegiatan tersebut, Pemprov Jatim menyediakan sejumlah komoditas pangan strategis dengan harga di bawah harga pasar. Beras premium dijual Rp 14.000 per kilogram, beras medium SPHP Rp11.000 per kilogram, Minyakita Rp 13.000 per liter, gula pasir Rp 14.000 per kilogram, serta telur ayam ras Rp 22.000 per pack.
Selain itu, masyarakat juga dapat membeli tepung terigu seharga Rp 10.000 per kilogram, bawang putih sinco Rp 6.000 per 250 gram, dan bawang merah Rp 7.000 per 250 gram. Seluruh komoditas disiapkan dengan stok memadai untuk memenuhi kebutuhan warga sekitar.
Khofifah menegaskan bahwa ketersediaan pangan di Jawa Timur berada dalam kondisi aman. Namun demikian, pemerintah tetap melakukan intervensi pasar guna menjaga agar harga tetap terjangkau bagi masyarakat.
“Stok pangan cukup, tetapi keterjangkauan harga harus terus dijaga. Karena itu, pasar murah akan terus kami laksanakan secara berkelanjutan di berbagai wilayah,” katanya.
Di Kabupaten Gresik, pasar murah tercatat telah dilaksanakan sebanyak sembilan kali, terdiri atas delapan kali sepanjang 2025 dan satu kali pada awal 2026. Pelaksanaan ini merupakan hasil kolaborasi antara Pemprov Jatim, Perum Bulog, serta pelaku industri kecil dan menengah, dengan dukungan pemerintah kabupaten dan kota. JI5
