PPN DTP Diminati Pembeli Muda, Harvest Link dan Amesta Living Rilis Tipe Baru

Surabaya, JatimReview.Com – Kebijakan Pajak Pertambahan Nilai Ditanggung Pemerintah (PPN-DTP) dinilai menjadi salah satu faktor yang menjaga pergerakan pasar properti di tengah kenaikan harga bahan bangunan dan melemahnya daya beli masyarakat akibat perlambatan ekonomi.

Marketing Head Abdael Nusa Group Kent Hilman mengatakan, hingga saat ini kondisi pasar properti masih menunjukkan tren positif. Bahkan pada tiga bulan pertama tahun ini, penjualan dinilai lebih baik dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Menurut dia, kepastian program PPN-DTP yang diumumkan sejak awal tahun dan berlaku selama satu tahun memberikan kepercayaan lebih bagi konsumen untuk membeli rumah.

“Banyak konsumen yang tertarik, terutama dari kalangan anak muda. Program ini memberikan kepastian sehingga mereka lebih berani mengambil keputusan membeli rumah,” kata Kent saat Bukber bersama Media, Senin (16/3).

Ia menjelaskan, segmen rumah dengan harga Rp1 miliar hingga Rp2 miliar saat ini yang paling diminati. Kisaran harga tersebut dinilai masih sesuai dengan kemampuan generasi muda yang memanfaatkan kredit pemilikan rumah (KPR) dengan tenor panjang dan bunga relatif rendah.

Tingginya minat tersebut terlihat dari kunjungan konsumen yang datang untuk melihat rumah contoh setiap hari.

Di HarvestLink Surabaya Barat, Abdael Nusa Group sebelumnya menyediakan delapan unit rumah siap huni dengan berbagai tipe lebar bangunan 5, 6 hingga 7 meter. Saat ini hanya tersisa 1 unit. Pihaknya kembali merilis tipe rumah baru, Tesa, yakni rumah satu lantai dengan dua kamar tidur yang dipasarkan dengan harga sekitar Rp990 juta.

“Ini momentum yang tepat bagi masyarakat untuk membeli rumah sebelum harga kembali naik,” ujarnya.

Sementara itu, Marketing Manager Amesta Living Surabaya Timur Hartono Chan mengatakan program PPN-DTP turut mendongkrak penjualan di kawasan perumahan yang mereka kembangkan. Dari total 16 unit rumah siap huni yang dipasarkan dengan harga mulai Rp1,3 miliar, kini hanya tersisa tiga unit.

Menurut Hartono, salah satu faktor yang mendorong minat konsumen adalah pembebasan PPN serta proses serah terima rumah yang relatif cepat.

“Mayoritas pembeli saat ini berasal dari generasi muda usia 25 hingga 35 tahun dan sebagian besar merupakan end user yang ingin segera menempati rumahnya,” katanya.

Ia menambahkan, sekitar 90 persen konsumen memanfaatkan fasilitas KPR dari perbankan sehingga dukungan lembaga keuangan juga menjadi faktor penting dalam menjaga penjualan properti.

Untuk memenuhi permintaan pasar, Amesta Living berencana menambah sekitar 20 unit rumah siap huni di Cluster Neyra.

Selain itu, pengembang juga akan merilis konsep rumah sekaligus tempat usaha dua lantai dengan harga sekitar Rp1,5 miliar. Pada tahap awal, pengembangan akan dilakukan untuk sembilan unit dari total rencana 20 unit.

“Kami optimistis produk ini akan diminati, terutama oleh konsumen yang ingin menjalankan usaha berbasis online karena lokasinya berada di kawasan strategis di jalan Boulevard,” ujar Hartono. JR3

Related posts