Polytron Gandeng Populix, Dorong UMKM Naik Kelas Lewat Edukasi dan Data

Surabaya, JatimReview.Com – Komitmen mendorong pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) agar lebih kompetitif terus diperkuat Polytron melalui kolaborasi bersama Populix. Keduanya meluncurkan “UMKM Handbook: Panduan UMKM Naik Level” sebagai acuan berbasis riset untuk membantu pelaku usaha berkembang secara berkelanjutan.

Handbook ini memotret kondisi nyata UMKM, khususnya sektor kuliner, sekaligus membongkar berbagai asumsi keliru yang kerap menghambat pertumbuhan bisnis. Dari hasil riset, sekitar 80 persen pelaku UMKM merupakan perintis usaha, dengan dominasi generasi muda dari kalangan Gen Z dan milenial.

Mayoritas pelaku usaha masih mengandalkan modal pribadi dan keuntungan usaha sebagai sumber pendanaan, yang menunjukkan kemandirian namun juga menyimpan tantangan dari sisi ketahanan finansial.

Dalam pemaparannya, Polytron dan Populix menyoroti sejumlah mitos yang perlu diluruskan. Salah satunya anggapan bahwa ekspansi cabang adalah kunci sukses, padahal tanpa sistem dan SOP yang kuat justru berpotensi menimbulkan masalah operasional. Selain itu, strategi menaikkan harga juga dinilai bukan solusi utama, mengingat sebagian konsumen sangat sensitif terhadap harga.

Tantangan lain yang dihadapi UMKM adalah pengelolaan sumber daya manusia dan efisiensi operasional. Banyak usaha mikro masih dijalankan oleh tim kecil sehingga berisiko mengalami kendala pelayanan, terutama saat permintaan meningkat.

Tak hanya itu, omzet besar juga tidak selalu menjamin bisnis aman. Biaya tersembunyi akibat kesalahan operasional, seperti kerusakan alat atau pemborosan bahan baku, kerap menjadi penyebab kerugian yang tidak disadari.

Sebagai solusi, Polytron memperkenalkan empat pilar utama agar UMKM dapat naik level, yakni penguatan konsep usaha, penerapan sistem yang rapi, pemilihan aset yang tepat guna, serta ekspansi yang terukur.

Dalam kegiatan tersebut, sejumlah praktisi turut berbagi pengalaman. Radityo Suryo Hartanto menekankan pentingnya identitas brand yang kuat di tengah persaingan pasar yang padat. Menurutnya, pelaku usaha harus mampu menjual nilai, bukan sekadar produk.

Sementara itu, Jessica Hartono membagikan kisahnya membangun bisnis dari skala rumahan hingga menjadi salah satu produk oleh-oleh populer di Surabaya. Ia menegaskan bahwa kepercayaan pelanggan merupakan aset utama yang tidak tergantikan.

Untuk mendukung implementasi di lapangan, Polytron juga menghadirkan program “UMKM Naik Level bareng Polytron” yang menawarkan berbagai fasilitas, mulai dari perangkat usaha yang tepat guna, kelas edukasi gratis, hingga peluang promosi bersama kreator konten kuliner.

Melalui inisiatif ini, Polytron berharap pelaku UMKM dapat mengembangkan usaha secara lebih terarah, memanfaatkan teknologi, serta membangun bisnis yang efisien dan berdaya saing tinggi di era digital. JR5

Related posts