Surabaya, JatimReview.Com – PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Jawa Timur mempercepat realisasi program Listrik Desa (Lisdes) dengan fokus pada pemanfaatan energi baru terbarukan (EBT), terutama untuk wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) di provinsi tersebut.
General Manager PLN UID Jawa Timur, Ahmad Mustaqir, menyatakan bahwa program ini menjadi bagian dari upaya nyata PLN dalam menghadirkan listrik berkeadilan bagi seluruh lapisan masyarakat, tanpa terkecuali.
“Melistriki wilayah 3T bukan hanya soal infrastruktur, tapi juga komitmen untuk mendukung pemerataan pembangunan dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat,” ujar Ahmad Mustaqir, Rabu (15/10).

Hingga Agustus 2025, rasio elektrifikasi (RE) di Jawa Timur telah mencapai 99,68 persen, dan rasio desa berlistrik (RDB) menyentuh angka 99,96 persen atau mencakup 8.494 desa. Meski demikian, masih terdapat sejumlah wilayah yang menjadi fokus utama elektrifikasi, khususnya di lima kabupaten yaitu Jember, Probolinggo, Sampang, Pamekasan, dan Sumenep.
Sebagai tindak lanjut, PLN menargetkan pembangunan infrastruktur listrik di 128 lokasi pada program Lisdes. Pada tahap pertama, sebanyak 28 lokasi ditargetkan sudah beroperasi pada Desember 2025, disusul 100 lokasi lainnya pada Maret 2026.
Program ini menjadi bagian dari roadmap elektrifikasi Jawa Timur 2025–2027 yang mencakup 494 cluster dengan potensi pelanggan mencapai 36.879 rumah tangga.
Pembangunan infrastruktur dalam program ini mencakup:
- 369,93 kilometer jaringan tegangan menengah (JTM)
- 633,97 kilometer jaringan tegangan rendah (JTR)
- Trafo distribusi dengan total kapasitas 36,1 MVA
Menariknya, program ini juga mengintegrasikan pembangkit tenaga surya sebesar 11,9 megawatt-peak (MWp) sebagai bentuk dukungan terhadap transisi menuju energi bersih, sekaligus mengurangi ketergantungan pada sumber energi fosil.
Ahmad menegaskan bahwa kolaborasi multipihak menjadi kunci keberhasilan program elektrifikasi ini. PLN secara aktif menggandeng pemerintah daerah, aparat desa, hingga komunitas lokal dalam mempercepat distribusi listrik ke daerah-daerah yang masih belum teraliri listrik secara merata.
“Dengan sinergi yang kuat, kami optimistis bisa mencapai target elektrifikasi yang inklusif dan berkelanjutan,” ujarnya. JR3
