Pemkot Surabaya Arahkan Anggaran Rp 5 Juta untuk Gen-Z Dibuat Usaha Produktif

Surabaya, JatimReview.Com – Pemerintah Kota Surabaya, mengarahkan pemanfaatan anggaran sebesar Rp5 juta bagi kegiatan Generasi Z (Gen Z) di setiap Rukun Warga (RW) untuk dikembangkan menjadi modal usaha produktif yang mampu menghasilkan pendapatan secara berkelanjutan.

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi di Surabaya, Jumat, mengatakan program tersebut tidak dimaksudkan untuk membiayai kegiatan yang hanya bersifat seremonial maupun kepanitiaan, tetapi harus memberikan manfaat ekonomi bagi anak muda.

“Jadi, kita memang tidak memberikan anggaran ini untuk kegiatan yang bersifat kepanitiaan (seremoni). Tapi, yang bersifat bagaimana bisa menggerakkan penghasilan, ekonomi, dan punya penghasilan,” katanya.

Menurut Eri, pemanfaatan anggaran tersebut masih dalam tahap pembelajaran sehingga diperlukan pendampingan dan evaluasi agar program yang dijalankan benar-benar memberikan dampak bagi kelompok Gen Z di tingkat kelurahan maupun kecamatan.

Ia menyebut sejumlah kelompok anak muda telah mulai menjalankan berbagai kegiatan dengan memanfaatkan dukungan tersebut. Pemerintah kota bersama DPRD Surabaya juga terus mendorong agar program itu berkembang dan tidak berhenti pada penggunaan anggaran dalam satu kegiatan saja.

“Banyak yang sudah berjalan. Ada di banyak kelurahan, kecamatan, sehingga ini masih ada waktu,” ujarnya.

Eri menekankan anggaran Rp5 juta tersebut sebaiknya menjadi titik awal bagi anak muda untuk membangun kegiatan ekonomi yang dapat berkembang secara mandiri.

Menurut dia, pemerintah tidak ingin bantuan tersebut justru membuat kelompok Gen Z hanya bergantung pada anggaran pemerintah untuk menggelar kegiatan maupun membayar honor kepanitiaan.

“Bagaimana dia bisa memanfaatkan untuk sebuah keberlanjutan perekonomian yang bisa mendapatkan penghasilan untuk mereka. Jadi, kita tetap mendorong terus, sehingga insya Allah nanti itu bisa dimanfaatkan,” tuturnya.

Salah satu peluang usaha yang tengah dijajaki Pemkot Surabaya adalah kerja sama kelompok Gen Z dengan sektor hotel, restoran, dan kafe (Horeka).

Eri mengatakan pembicaraan mengenai peluang tersebut telah dilakukan dengan sejumlah kelompok Gen Z di beberapa kecamatan, termasuk kemungkinan mengembangkan usaha jasa laundry untuk memenuhi kebutuhan sektor Horeka.

Ia menjelaskan kelompok Gen Z dapat menggunakan anggaran tersebut untuk membeli peralatan laundry yang sesuai dengan standar dan kebutuhan mitra Horeka sehingga kegiatan tersebut dapat berkembang menjadi usaha yang menghasilkan pendapatan.

Karena itu, Eri meminta setiap kelompok yang mengajukan pemanfaatan anggaran memiliki perencanaan usaha yang jelas, mulai dari metode kerja hingga rencana pengembangan bisnis.

“Jadi, mereka harus punya metode kerja, punya rencana kerja, dan setelah itu bisa membuat perubahan bisnisnya. Sehingga, dia bisa melakukan bisnis itu dan ada pendapatan,” ujarnya. jr7/rus

 

 

Related posts