Khofifah Raih PRIWOLA 2026, Tekankan Pentingnya Komunikasi Publik Dua Arah

Surabaya, JatimReview.Com – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meraih penghargaan PR INDONESIA Women Communication Leader Awards (PRIWOLA) 2026 kategori Kepala Daerah Perempuan Bereputasi atas kiprahnya dalam kepemimpinan dan komunikasi publik.

Khofifah mengatakan penghargaan tersebut merupakan bentuk apresiasi terhadap kerja bersama jajaran Pemerintah Provinsi Jawa Timur dalam membangun komunikasi yang terbuka dengan masyarakat.

“Alhamdulillah, terima kasih kepada PR INDONESIA atas apresiasi ini. Penghargaan ini saya dedikasikan kepada masyarakat Jawa Timur, seluruh jajaran Pemprov Jatim, insan kehumasan, media, dan para mitra yang terus menjaga komunikasi publik di Jawa Timur tetap sehat serta berpihak pada kepentingan masyarakat,” ujar Khofifah dalam keteranganya, Sabtu.

Menurut Khofifah, komunikasi publik memiliki peran penting dalam membangun kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah. Komunikasi tidak cukup hanya dilakukan dengan menyampaikan informasi, tetapi juga harus disertai kemauan pemerintah untuk mendengar aspirasi masyarakat.

Ia mengatakan setiap kebijakan pemerintah perlu dijelaskan secara jernih agar masyarakat memahami tujuan, manfaat, sekaligus dampak dari kebijakan tersebut.

“Komunikasi publik mencakup penyampaian informasi, kesediaan untuk mendengar, pemberian penjelasan yang jernih, serta upaya memastikan masyarakat memahami tujuan dan manfaat setiap kebijakan,” katanya.

Khofifah menilai kepercayaan publik juga sangat bergantung pada kesesuaian antara informasi yang disampaikan pemerintah dengan pelaksanaan kebijakan di lapangan.

Karena itu, komunikasi publik harus berjalan seiring dengan kerja nyata, pelayanan yang responsif, serta kebijakan yang terukur.

“Setiap informasi pemerintah harus membantu masyarakat mengambil keputusan, memperoleh layanan, dan memahami langkah yang sedang dilakukan pemerintah,” ujarnya.

Ia menyebut perkembangan teknologi digital membuat tantangan komunikasi pemerintah semakin kompleks. Kecepatan arus informasi menuntut pemerintah mampu memberikan informasi secara cepat, tetapi tetap mengutamakan akurasi dan kelengkapan.

Di tengah kondisi tersebut, Khofifah menekankan pentingnya membangun komunikasi dua arah dengan masyarakat Jawa Timur yang memiliki karakter, kebutuhan, dan latar belakang yang beragam.

“Pemerintah tidak cukup hanya berbicara. Kita juga harus mendengar. Aspirasi, kritik, maupun masukan dari masyarakat harus menjadi bagian dari proses perbaikan pelayanan dan pembangunan,” tuturnya.

Selain masyarakat, menurut dia, sinergi dengan media, insan kehumasan, komunitas, dan berbagai elemen lainnya juga diperlukan untuk menciptakan ekosistem komunikasi publik yang sehat.

Khofifah berharap penghargaan PRIWOLA 2026 dapat menjadi motivasi bagi jajaran Pemprov Jatim untuk terus memperbaiki kualitas komunikasi sekaligus meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.

Ia juga berharap semakin banyak perempuan berani mengambil peran dalam kepemimpinan publik, menyampaikan gagasan, serta menghadirkan perubahan yang memberikan manfaat nyata.

“Semoga apresiasi ini dapat menjadi penyemangat bagi semakin banyak perempuan untuk berani mengambil peran, menyampaikan gagasan, dan menghadirkan perubahan yang manfaatnya dirasakan masyarakat,” katanya. jr5/dan

Related posts