Sidoarjo, JatimReview.Com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sidoarjo mempercepat pelaksanaan proyek peninggian Jalan Raya Bluru Kidul sebagai bagian dari upaya mengurangi banjir sekaligus meningkatkan konektivitas menuju berbagai pusat pelayanan publik di wilayah tersebut.
Bupati Sidoarjo Subandi mengatakan proyek tersebut menjadi salah satu prioritas pemerintah daerah karena ruas Jalan Bluru Kidul selama ini kerap tergenang saat musim hujan, sehingga menghambat aktivitas masyarakat dan arus lalu lintas.
Saat meninjau pelaksanaan pekerjaan bersama Kepala Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Sumber Daya Air (PUBMSDA) serta Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimka), Subandi meminta seluruh tahapan pembangunan berjalan sesuai jadwal yang telah ditetapkan.
“Untuk mempercepat pelaksanaan proyek, Pemkab Sidoarjo melakukan penyesuaian alokasi anggaran dengan mengalihkan sebagian dana penanganan jalan di Kecamatan Sedati. Langkah tersebut dilakukan agar penanganan banjir di kawasan Bluru Kidul dapat segera direalisasikan,” ujarnya dalam keterangan resminya.

Menurut Subandi, pembangunan tidak hanya difokuskan pada peninggian badan jalan, tetapi juga mencakup pembenahan sistem drainase sehingga aliran air menuju saluran pembuangan dapat berlangsung lebih optimal dan mampu mengurangi genangan saat curah hujan tinggi.
Sebagai bagian dari peningkatan kualitas infrastruktur, ruas Jalan Bluru Kidul akan diperlebar menjadi 11 meter. Jalan tersebut akan menggunakan konstruksi beton selebar enam meter serta dilengkapi bahu jalan dan trotoar di kedua sisi guna meningkatkan keselamatan dan kenyamanan pengguna jalan.
Di saat yang sama, pemerintah daerah juga tengah menyusun Detail Engineering Design (DED) sistem pembuangan air menuju sungai. Kajian tersebut turut mencakup rencana pembangunan tanggul sebagai langkah mitigasi terhadap potensi banjir rob yang dapat memengaruhi kawasan tersebut.
Selain pembangunan fisik, Pemkab Sidoarjo akan melakukan penataan kawasan dengan mengembalikan fungsi badan dan bahu jalan sesuai peruntukannya. Pendataan bangunan yang berada di ruang milik jalan juga akan dilakukan melalui pendekatan persuasif bersama pemerintah desa dan pengurus lingkungan.
Seluruh pekerjaan ditargetkan selesai pada Desember 2026. Pemerintah berharap proyek ini mampu mengurangi titik-titik genangan, memperlancar mobilitas masyarakat, sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan publik di kawasan Bluru Kidul dan sekitarnya.
Subandi juga menegaskan kepada pelaksana proyek agar mengutamakan tenaga kerja lokal asal Sidoarjo. Menurutnya, pembangunan yang dibiayai melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) harus memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat setempat sekaligus menghasilkan infrastruktur yang berkualitas.
