Magetan, JatimReview.Com — Pemerintah Kabupaten Magetan menargetkan perluasan luas tanam padi hingga 63 ribu hektare sepanjang tahun 2026. Langkah ini ditempuh untuk meningkatkan produksi gabah sekaligus memperkuat kontribusi daerah terhadap program swasembada pangan nasional.
Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, Perkebunan, dan Ketahanan Pangan (DTPHPKP) Magetan, Uswatul Chasanah, menyatakan bahwa pihaknya melakukan pemantauan intensif terhadap realisasi tanam di lapangan, khususnya di kawasan sentra produksi.
“Perkembangan luas tanam dipantau setiap hari oleh petugas. Target kami dalam setahun mencapai sekitar 63 ribu hektare,” ujar Uswatul dalam keterangan resminya.

Menurutnya, peningkatan luas tanam menjadi strategi utama untuk mendongkrak produksi padi. Dengan asumsi produktivitas rata-rata mencapai 6,5 ton per hektare, total hasil panen tahun ini diperkirakan akan meningkat dibandingkan tahun sebelumnya.
Upaya peningkatan produksi juga didukung pemanfaatan alat dan mesin pertanian (alsintan) modern, terutama pada saat panen. Teknologi tersebut diharapkan mampu menekan kehilangan hasil serta meningkatkan efisiensi kerja petani.
Selain itu, petani di Magetan terus didorong untuk menanam varietas padi genjah atau berumur pendek. Varietas ini dinilai lebih produktif, hemat air, serta mampu meningkatkan indeks pertanaman (IP).
“Dengan padi genjah, petani berpeluang menanam hingga dua sampai tiga kali dalam setahun. Hal ini tentu berdampak langsung pada peningkatan produksi,” jelasnya.
Sejumlah kecamatan yang menjadi sentra utama produksi padi di Magetan antara lain Kartoharjo, Barat, Karangrejo, Karas, Takeran, dan Kawedanan.
Pemerintah daerah optimistis target tersebut dapat tercapai dengan dukungan sistem pertanian yang semakin baik, termasuk ketersediaan pupuk dan sarana produksi lainnya. Upaya ini juga sejalan dengan program pemerintah pusat dalam mewujudkan ketahanan pangan nasional di bawah kepemimpinan Prabowo Subianto.
Sebagai gambaran, produksi padi Magetan pada 2025 tercatat mencapai sekitar 308.221 ton gabah kering giling (GKG) dari luas panen 50.411 hektare, dengan rata-rata produktivitas 6,1 ton per hektare. Tahun ini, capaian tersebut diharapkan dapat meningkat seiring perluasan area tanam dan optimalisasi teknologi pertanian. jr7/tar
