Surabaya, JatimReview.Com – PT Jayaland kembali memperluas pengembangan kawasan perumahan Surya Breeze di Gedangan, Sidoarjo, dengan meluncurkan cluster terbaru bertajuk Breeze Villas. Peluncuran ini dilakukan lebih cepat dari rencana semula menyusul tingginya permintaan hunian segmen menengah yang masih menunjukkan tren positif.
Marketing Manager PT Jayaland, Bagus Nasution, mengatakan respons pasar terhadap dua cluster sebelumnya, yakni Breeze Icon dan Breeze Harmony, menjadi alasan utama perusahaan mempercepat pemasaran cluster baru tersebut. Hingga kini, penjualan kedua cluster itu telah mencapai sekitar 70 persen.
“Awalnya Breeze Villas baru akan kami luncurkan tahun depan. Namun melihat permintaan yang masih tinggi dan ketersediaan unit di cluster sebelumnya yang mulai terbatas, kami memutuskan mempercepat peluncurannya,” ujar Bagus, saat meninjau rumah contoh cluster Breeze Villa di Surya Breeze, Sidoarjo, Minggu (28/6).

Breeze Villas akan dibangun secara bertahap dengan total 230 unit. Pada fase pertama, Jayaland memasarkan 60 unit rumah yang terdiri atas tiga pilihan tipe, yakni Lodge 1 (33/72), Lodge 2 (33/90), dan Lodge 3 (40/90). Seluruh unit dipasarkan mulai harga Rp500 jutaan.
Menurut Bagus, minat masyarakat terhadap proyek terbaru tersebut sudah mulai terlihat sejak pembukaan pemasaran. Beberapa unit telah terjual, sementara sejumlah calon konsumen lainnya masih dalam tahap survei lokasi dan melihat rumah contoh.
Pihaknya optimistis seluruh unit tahap pertama dapat terserap hingga akhir tahun 2026. Apalagi, konsumen yang melakukan pembelian saat ini masih berkesempatan memperoleh insentif PPN Ditanggung Pemerintah (PPN DTP) karena proses serah terima dijadwalkan berlangsung pada Desember 2026.
“Kami yakin penjualan tahap pertama akan habis tahun ini. Selain harga yang kompetitif, konsumen juga masih bisa menikmati program Free PPN sehingga menjadi nilai tambah saat membeli rumah,” katanya.
Jayaland juga terus melengkapi fasilitas di kawasan Surya Breeze seiring meningkatnya jumlah penghuni. Saat ini kawasan tersebut telah memiliki lapangan basket three-on-three, taman, dan jogging track. Dalam waktu dekat, perusahaan juga akan memulai pembangunan water park sebagai fasilitas rekreasi bagi penghuni.
Saat ini Surya Breeze telah memiliki delapan cluster dengan jumlah rumah yang sudah dibangun sebanyak 2.000 unit rumah. Ke depan, kawasan tersebut akan dikembangkan menjadi 12 cluster dengan total sekitar 4.000 unit hunian.
Sementara itu, Head of PT Jayaland, Oki Setya Budi, menilai prospek pasar rumah segmen menengah masih sangat menjanjikan. Hunian dengan kisaran harga Rp500 juta hingga Rp800 juta dinilai masih menjadi pilihan utama masyarakat, baik untuk tempat tinggal maupun investasi.
Menurutnya, kenaikan BI Rate sejauh ini belum memberikan dampak berarti terhadap permintaan rumah. Dukungan perbankan melalui program KPR berbunga rendah turut menjaga daya beli masyarakat. Hal itu tercermin dari sekitar 90 persen transaksi pembelian rumah di Surya Breeze yang masih menggunakan fasilitas KPR, dengan mayoritas pembeli merupakan end-user.
“Kami melihat pasar masih cukup bagus. Perbankan juga tetap agresif menawarkan bunga KPR yang kompetitif sehingga minat beli tetap terjaga. Karena itu, harga rumah yang berlaku saat ini kami pastikan tetap hingga akhir tahun 2026,” ujar Oki.
Dengan kondisi pasar yang masih kondusif dan dukungan berbagai insentif, Jayaland menargetkan pertumbuhan penjualan sebesar 5 hingga 10 persen sepanjang 2026 sekaligus melanjutkan pengembangan kawasan Surya Breeze sebagai salah satu kawasan hunian utama di wilayah selatan Surabaya. jr3
