Surabaya, JatimReview.Com – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengajak Perum Perhutani memperkuat sinergi dalam pengelolaan kawasan hutan secara berkelanjutan di wilayah Jatim.
Khofifah menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor agar kawasan hutan tidak hanya terjaga secara ekologis, tetapi juga mampu memberikan manfaat ekonomi dan sosial bagi masyarakat sekitar.
“Hhutan memiliki fungsi vital sebagai penyangga kehidupan, termasuk menjaga keseimbangan lingkungan serta berperan dalam mitigasi bencana alam,” kata Khofifah dalam keterangan resminya, Sabtu (28/3).

Sebagai upaya konkret, Pemprov Jatim mendorong optimalisasi penanaman pohon aren, khususnya di sekitar permukiman dan wilayah dengan aktivitas masyarakat tinggi. Tanaman ini dinilai efektif dalam mengurangi risiko longsor karena memiliki sistem perakaran yang kuat sekaligus bernilai ekonomi.
“Selain menjaga stabilitas tanah, pohon aren juga dapat dimanfaatkan melalui nira dan produk turunannya sehingga memberi nilai tambah bagi masyarakat,” ujarnya.
Khofifah juga mengajak Perhutani untuk berkolaborasi dalam berbagai program pelestarian lingkungan yang telah dijalankan Pemprov Jatim, salah satunya melalui kegiatan festival mangrove yang rutin digelar.
Ia menambahkan, upaya pelestarian lingkungan merupakan bagian penting dalam mendukung pembangunan berkelanjutan sekaligus berkontribusi terhadap target nasional Net Zero Emission 2060.
Sementara itu, Direktur Utama Perum Perhutani Tio Handoko menyatakan kesiapan pihaknya untuk memperkuat kerja sama dengan Pemprov Jawa Timur dalam pengelolaan hutan yang adaptif.
Menurutnya, pengelolaan kawasan hutan ke depan membutuhkan dukungan berbagai pihak, terutama dalam menghadapi tantangan seperti tekanan terhadap kawasan hutan serta upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat di sekitarnya.
“Sinergi lintas sektor menjadi kunci dalam menjaga keberlanjutan hutan sekaligus memastikan manfaatnya dapat dirasakan secara luas,” katanya. JR1
