Surabaya, JatimReview.Com – Indosat Ooredoo Hutchison mencatat lonjakan trafik data di wilayah Jawa Timur selama momen Idul Fitri 1447 Hijriah, dengan area Malang menjadi penyumbang penggunaan tertinggi.
Head of Circle Java Indosat, Fahd Yudhanegoro, menyampaikan bahwa trafik data di Malang mencapai 120 terabyte (TB), diikuti Kediri sebesar 118 TB dan Lamongan sebanyak 103 TB.
“Secara keseluruhan, trafik data di Jawa Timur meningkat 28,5 persen dibandingkan hari biasa selama periode Lebaran,” ujar Fahd dalam keterangan resminya, Minggu (29/3).

Menurutnya, tingginya penggunaan data tersebut mencerminkan meningkatnya aktivitas digital masyarakat, sekaligus menjadi indikator keberhasilan perusahaan dalam menjaga performa jaringan di wilayah prioritas.
Untuk mengantisipasi lonjakan trafik, Indosat melakukan berbagai penguatan infrastruktur, termasuk penambahan ribuan site baru serta pengoperasian mobile BTS di jalur-jalur mudik. Optimalisasi jaringan 4G dan 5G juga dilakukan guna memastikan layanan tetap stabil.
Sementara itu, Director and Chief Technology Officer Indosat, Desmond Cheung, menilai periode mudik dan arus balik Lebaran sebagai momen krusial dalam menguji keandalan jaringan perusahaan.
“Momentum Lebaran menjadi ujian sesungguhnya bagi ketahanan jaringan kami di tengah tingginya kebutuhan konektivitas pelanggan,” katanya.
Ia menjelaskan, lonjakan trafik terbesar terjadi akibat mobilitas pelanggan dari Jakarta menuju wilayah Jawa Barat dan Jawa Tengah, yang turut mendorong peningkatan aktivitas digital selama perjalanan.
Selain itu, Indosat juga mencatat peningkatan kualitas layanan yang ditandai dengan penurunan downtime jaringan hingga 20 persen selama periode Lebaran 2026.
Menurut Desmond, capaian tersebut tidak lepas dari pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan (AI) untuk memprediksi kepadatan trafik secara lebih cepat dan akurat.
Indosat mengoptimalkan sistem berbasis AI di 77 jalur mudik, mencakup jalan tol, jalur non-tol, hingga lintas kereta api dengan total panjang lebih dari 8.000 kilometer.
Pemantauan jaringan dilakukan secara real-time selama 24 jam oleh lebih dari 2.500 teknisi yang tersebar di berbagai wilayah operasional di Indonesia.
“Bagi kami, ini bukan sekadar soal angka, tetapi menjaga kepercayaan pelanggan di momen penting seperti Lebaran,” ujarnya. JR5
