Surabaya, JatimReview.Com – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa membagikan Mushaf Madinah kepada masyarakat di sejumlah daerah di Jawa Timur dalam rangkaian kegiatan Sapa Bansos Amaliyah Ramadhan tahun ini.
Khofifah mengatakan mushaf yang dibagikan merupakan Al-Qur’an cetakan Madinah Al-Munawwarah yang menjadi hadiah dari Raja Arab Saudi Salman bin Abdulaziz Al Saud untuk umat Islam di Indonesia.
“Berbagi Al-Qur’an ini menjadi bagian dari amaliyah Ramadhan untuk meraih kemuliaan dan keberkahan di bulan suci,” kata Khofifah dalam keterangan resminya, Minggu (15/3).

Menurut dia, pemberian Mushaf Madinah tersebut juga menjadi simbol eratnya hubungan persaudaraan antara Indonesia dan Arab Saudi, sekaligus mencerminkan ukhuwah Islamiyah di kalangan umat Muslim.
“Ini bukan sekadar berbagi di bulan suci Ramadhan, tetapi juga menjadi cahaya Ramadhan bagi masyarakat Jawa Timur sekaligus simbol persahabatan yang telah lama terjalin antara Indonesia dan Arab Saudi,” ujarnya.
Pembagian Mushaf Madinah dilakukan di sejumlah kabupaten dan kota di Jawa Timur, antara lain di Gresik, Pamekasan, Madiun, Lamongan, Tuban, Jombang, dan Nganjuk. Penyerahan tersebut menjadi bagian dari kegiatan Sapa Bansos Amaliyah Ramadhan yang diselenggarakan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Timur.
Khofifah menilai Al-Qur’an yang dibagikan memiliki makna penting karena dapat membantu masyarakat memahami pesan moral dan nilai kehidupan yang terkandung dalam ayat-ayat suci.
Ia menegaskan Ramadhan tidak hanya dimaknai sebagai momentum menahan lapar dan dahaga, tetapi juga kesempatan untuk memperdalam pemahaman terhadap nilai-nilai kebaikan yang diajarkan dalam Al-Qur’an.
“Semoga mushaf ini dapat menjadi penguat iman dan akhlak, terutama bagi generasi muda,” katanya.
Lebih lanjut, Khofifah menyampaikan Mushaf Madinah dikenal luas di dunia Islam karena memiliki standar penulisan yang baku, tajwid yang terjaga, serta tata letak ayat yang memudahkan umat Islam dalam membaca dan mempelajarinya.
Selain pembagian Al-Qur’an, kegiatan Sapa Bansos Amaliyah Ramadhan juga diisi dengan penyaluran berbagai bantuan sosial kepada masyarakat di berbagai daerah di Jawa Timur.
Khofifah berharap mushaf yang diterima masyarakat tidak hanya dibaca, tetapi juga dipahami serta diamalkan dalam kehidupan sehari-hari.
“Ramadhan bukan hanya tentang menahan lapar dan dahaga, tetapi juga tentang berbagi, merawat empati, dan menghadirkan kebaikan bagi sesama,” ujarnya. JR1/ant
