Jatim Raih NGA 2026 Berkat Penguatan Koperasi Desa Terintegrasi

Surabaya, JatimReview.Com – Pemerintah Provinsi Jawa Timur kembali menorehkan prestasi di tingkat nasional dengan meraih penghargaan National Governance Awards 2026 (NGA) pada kategori Outstanding Province in Supporting Koperasi Desa Merah Putih (KDPM) Program.

Penghargaan tersebut diserahkan oleh Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian, kepada Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa dalam seremoni di The Ritz-Carlton Jakarta, Jumat (24/4).

Khofifah menyampaikan apresiasi tersebut menjadi bukti bahwa upaya penguatan ekonomi kerakyatan di Jawa Timur mendapat pengakuan. Ia menegaskan bahwa penghargaan bukan tujuan utama, melainkan hasil dari kerja kolektif yang berfokus pada kesejahteraan masyarakat.

“Yang terpenting adalah bagaimana program ini memberikan manfaat nyata bagi masyarakat desa,” ujar Khofifah dalam keterangan resminya.

Dalam penilaian pemerintah pusat, Jawa Timur dinilai berhasil membangun ekosistem koperasi desa yang kuat melalui penguatan kelembagaan, peningkatan kualitas sumber daya manusia, serta pengembangan unit usaha yang berkelanjutan.

Program Koperasi Desa Merah Putih di Jawa Timur sendiri telah terintegrasi dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah 2025–2029 (RPJMD), khususnya pada sektor penguatan koperasi berbasis ekonomi riil.

Sepanjang 2025, Pemprov Jatim mengalokasikan dukungan signifikan, termasuk fasilitasi penerbitan badan hukum bagi 1.660 koperasi serta pelatihan bagi lebih dari 16 ribu pengurus dan pendamping koperasi melalui sinergi dengan Kementerian Koperasi dan UKM.

Selain itu, penguatan tata kelola dilakukan melalui pelatihan manajemen, penyusunan laporan keuangan, serta optimalisasi Rapat Anggota Tahunan (RAT).

Data Dinas Koperasi dan UMKM Jatim mencatat, hingga kini telah terbentuk 1.292 gerai usaha koperasi desa yang mencakup berbagai sektor, mulai dari sembako, layanan kesehatan, hingga logistik dan simpan pinjam.

Secara keseluruhan, program ini telah menjangkau 8.494 desa dan kelurahan di Jawa Timur atau mencapai 100 persen cakupan wilayah. Kehadiran koperasi desa tersebut turut menjadi mitra strategis bagi pelaku UMKM sekaligus mempermudah akses masyarakat terhadap kebutuhan dasar seperti pupuk dan LPG 3 kilogram. jr7/tar

Related posts