Surabaya, JatimReview.Com – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya menyiapkan pembangunan rumah susun sederhana milik (rusunami) di tiga titik strategis sebagai solusi hunian bagi pasangan muda di tengah mahalnya harga properti dan keterbatasan lahan di perkotaan.
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengatakan, proyek tersebut akan dibangun di kawasan Tambak Wedi, Rungkut, dan Ngagel. Program ini ditujukan khusus bagi pasangan muda, terutama yang baru menikah, agar dapat memiliki hunian layak dengan harga terjangkau.
“Konsep rusunami ini berbeda dari sebelumnya. Jika biasanya hanya satu kamar, kini setiap unit dirancang memiliki dua kamar tidur agar lebih nyaman bagi keluarga kecil,” ujarnya, Senin.
Dari sisi harga, Pemkot menargetkan unit rusunami berada di bawah harga apartemen komersial. Kisaran harga diperkirakan mulai dari Rp100 juta hingga Rp200 juta untuk tipe tertentu, dengan batas maksimal di bawah Rp500 juta.

Meski demikian, Eri menegaskan bahwa perhitungan harga masih dalam tahap finalisasi agar tetap sesuai dengan kemampuan masyarakat sasaran, khususnya kelompok berpenghasilan menengah ke bawah.
Program ini, lanjutnya, merupakan bagian dari kesinambungan kebijakan sosial Pemkot Surabaya. Setelah mendorong akses pendidikan melalui program “Satu Keluarga Satu Sarjana”, pemerintah kini berupaya memastikan lulusan dari keluarga kurang mampu dapat melanjutkan peningkatan kualitas hidup, termasuk memiliki tempat tinggal sendiri.
“Kami ingin generasi muda yang sudah bekerja punya kesempatan untuk hidup lebih baik, salah satunya dengan memiliki hunian yang layak dan terjangkau,” katanya.
Untuk mendukung realisasi program tersebut, Pemkot Surabaya juga menyiapkan skema pembiayaan yang memudahkan masyarakat. Pemerintah akan menggandeng sejumlah perbankan, termasuk bank daerah, untuk menyediakan kredit dengan bunga ringan sekitar 5 persen dan tenor cicilan hingga 20 tahun.
Skema ini diharapkan dapat menjangkau masyarakat dengan penghasilan setara upah minimum, sehingga kepemilikan hunian menjadi lebih realistis.
Selain itu, Pemkot juga membuka peluang kerja sama dengan berbagai pihak, mulai dari BUMN, BUMD, hingga pemerintah pusat. Program rusunami ini bahkan berpotensi disinergikan dengan program nasional pembangunan tiga juta rumah.
Dengan langkah ini, Pemkot Surabaya berharap dapat menghadirkan solusi konkret atas kebutuhan hunian di kota besar sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan. JR5
