Surabaya, JatimReview.Com – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menegaskan bahwa Gerakan Pangan Murah (GPM) adalah bentuk nyata kehadiran negara dalam menjawab kebutuhan dasar masyarakat, khususnya di tengah tekanan harga pangan.
“Ini adalah bukti nyata bahwa negara hadir untuk memastikan rakyat mendapatkan bahan pokok dengan harga terjangkau,” ujar Khofifah saat menghadiri kegiatan GPM di Taman Mundu, Surabaya, Selasa (23/9).
Program GPM di Jawa Timur digelar secara masif di 828 titik yang tersebar di seluruh kabupaten dan kota. Lokasi tersebut mencakup 222 kantor kecamatan, 212 Koramil, 378 Polsek, serta 16 titik lainnya. GPM ini diselenggarakan secara sinergis oleh Pemprov Jatim bersama Perum Bulog Kanwil Jatim, TNI, dan Polri.

Setiap titik GPM menyalurkan sejumlah komoditas dengan harga khusus. Sebagai contoh di Taman Mundu, masyarakat dapat membeli beras SPHP kemasan 5 kilogram seharga Rp55.000, Minyakita 1 liter Rp15.000, gula pasir Rp17.500 per kilogram, serta bahan pokok lainnya yang dijual di bawah harga pasar.
“Ini bukan sekadar acara seremonial, melainkan bentuk intervensi nyata pemerintah untuk memastikan pasokan pangan tetap tersedia dan harga tetap stabil,” tegas Khofifah.
Ia menekankan bahwa stabilitas harga bahan pokok merupakan fondasi penting untuk mendukung ketahanan ekonomi masyarakat, sekaligus menjaga daya beli di tengah tantangan global.
Khofifah juga menyoroti pentingnya sinergi lintas sektor, mulai dari pemerintah pusat, daerah, aparat keamanan, hingga Bulog, dalam menciptakan sistem distribusi pangan yang adil dan merata.
“Kolaborasi inilah yang menjadi kunci. Dengan kekuatan bersama, kita bisa memastikan masyarakat tidak kesulitan mengakses kebutuhan pokok,” katanya.
Lebih lanjut, Khofifah memastikan bahwa kegiatan pasar murah semacam ini akan terus berlanjut di berbagai kabupaten/kota. Ia mengaku mendapatkan sambutan positif dari masyarakat, yang membuktikan bahwa program seperti GPM sangat dibutuhkan.
“Respons masyarakat sangat luar biasa. Ini menunjukkan adanya kebutuhan nyata di lapangan, sekaligus menjadi pengingat bagi kita semua bahwa kehadiran pemerintah harus dirasakan langsung oleh rakyat,” ujarnya.
Sebagai provinsi yang dikenal sebagai Lumbung Pangan Nusantara, Jawa Timur terus berupaya menjadi motor penggerak dalam memastikan ketersediaan dan keterjangkauan pangan nasional. JR1
