Surabaya, JatimReview.Com – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyatakan optimisme bahwa penyaluran bantuan sosial (bansos) senilai Rp5,008 miliar di Kabupaten Mojokerto mampu mempercepat penurunan angka kemiskinan sekaligus menekan ketimpangan sosial secara lebih terarah.
Dalam keterangan yang diterima di Surabaya, Jumat, Khofifah menegaskan bahwa penyaluran bantuan tersebut merupakan bagian dari komitmen Pemerintah Provinsi Jawa Timur dalam menjalankan perlindungan sosial berbasis data terpadu serta pendekatan lintas sektor dan kewilayahan.
“Perlindungan sosial yang adaptif harus diiringi dengan pemberdayaan masyarakat dan penguatan kemandirian desa,” ujarnya dalam keterangan resminya, Jumat (27/2).

Dari total anggaran Rp5.008.400.000, program yang disalurkan mencakup Program Keluarga Harapan (PKH) Plus sebesar Rp2.766.000.000 untuk 1.383 keluarga penerima manfaat. Kemudian, Asistensi Sosial Penyandang Disabilitas (ASPD) diberikan kepada 97 penerima dengan total Rp349.200.000.
Selain itu, bantuan Kartu Indonesia Pintar Program Penanganan Kemiskinan dan Stunting (KIP PPKS) Jawara sebesar Rp36.000.000 disalurkan kepada 12 penerima manfaat. Bantuan Permakaman Lembaga Kesejahteraan Sosial (LKS) Lanjut Usia juga diberikan kepada 10 orang dengan total Rp45.750.000.
Tak hanya itu, Bantuan Operasional Pendidikan (BOP) dan tali asih bagi pilar sosial Jawa Timur turut diserahkan sebesar Rp282.000.000 kepada 137 orang. Penerima manfaat terdiri atas SDM PKH Plus, Pendamping Disabilitas, Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK), serta Taruna Siaga Bencana (Tagana).
Khofifah berharap seluruh bantuan dimanfaatkan secara optimal untuk memperkuat ketahanan ekonomi keluarga serta mendorong semangat kewirausahaan di tingkat masyarakat. Ia juga menyampaikan apresiasi kepada para pilar sosial atas dedikasi dan kontribusinya dalam mendukung program kesejahteraan sosial di Jawa Timur.
Selain bansos reguler, disalurkan pula zakat produktif dari badan usaha milik daerah (BUMD) Provinsi Jawa Timur sebesar Rp25.000.000 kepada 50 penerima manfaat sebagai stimulus penguatan usaha ekonomi masyarakat kecil.
Pada kesempatan yang sama, Pemprov Jatim juga menyerahkan bantuan keuangan pemberdayaan desa melalui sejumlah perangkat daerah. Melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD), disalurkan bantuan BUMDesa kepada dua desa sebesar Rp200.000.000, bantuan Desa Berdaya kepada dua desa sebesar Rp200.000.000, serta Program Jatim Puspa kepada dua desa senilai Rp349.450.000.
Tambahan bantuan keuangan desa juga berasal dari Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga sebesar Rp250.000.000, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Rp200.000.000, serta Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Rp350.000.000.
Menurut Khofifah, sinergi lintas perangkat daerah tersebut diharapkan mampu memperkuat pembangunan berbasis desa sekaligus menciptakan pemerataan kesejahteraan yang lebih berkelanjutan di Kabupaten Mojokerto. JR7
