BPJS Ketenakerjaan Jatim Dorong Pemerintah Daerah dan Badan Usaha Perluas Kepesertaan Jaminan Sosial  

Surabaya, JatimReview.Com – Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan Jawa Timur mendorong pemerintah daerah, pemerintah desa, dan badan usaha memperluas kepesertaan jaminan sosial ketenagakerjaan guna meningkatkan perlindungan pekerja di wilayah tersebut.

Kepala Kantor Wilayah BPJS Ketenagakerjaan Jawa Timur Irvansyah Utoh Banja mengatakan komitmen berbagai pihak dalam memberikan perlindungan kepada pekerja perlu terus diperkuat, salah satunya melalui penyelenggaraan Jamsostek Award 2026 Tingkat Provinsi Jawa Timur.

“Penghargaan ini sekaligus menjadi momentum untuk memperkuat kolaborasi dalam mewujudkan Universal Coverage Jamsostek di Jawa Timur,” katanya.

Irvansyah menjelaskan Jamsostek Award merupakan kelanjutan dari Paritrana Award yang telah digelar sejak 2017. Penghargaan tersebut diberikan sebagai bentuk apresiasi kepada pemerintah daerah, pemerintah desa, dan badan usaha yang dinilai memiliki komitmen dalam memperluas perlindungan jaminan sosial bagi pekerja.

Berdasarkan data Universal Coverage Jamsostek Jawa Timur, jumlah pekerja di provinsi tersebut mencapai sekitar 21 juta orang. Namun, pekerja yang telah terlindungi secara aktif melalui program jaminan sosial ketenagakerjaan baru sekitar 5,686 juta orang atau sekitar 27 persen.

Kondisi tersebut, menurut Irvansyah, menunjukkan masih besarnya ruang untuk memperluas kepesertaan, terutama bagi pekerja sektor informal yang belum mendapatkan perlindungan secara optimal.

“Jamsostek Award bukan sekadar penghargaan, tetapi apresiasi atas komitmen dan kolaborasi berbagai pihak. Penghargaan ini bukan garis akhir, melainkan momentum untuk terus memperluas perlindungan bagi pekerja, termasuk sektor informal,” ujarnya.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Timur Adhy Karyono mengatakan peningkatan cakupan kepesertaan harus dibarengi dengan sosialisasi dan edukasi yang dilakukan secara berkelanjutan kepada masyarakat maupun pelaku usaha.

Menurut dia, pemahaman masyarakat mengenai manfaat jaminan sosial ketenagakerjaan perlu diperkuat agar pekerja menyadari pentingnya perlindungan tersebut bagi diri sendiri dan keluarga.

“Paling penting adalah sosialisasi dan edukasi secara masif. Kita harus membangun kesadaran bersama bahwa jaminan sosial ketenagakerjaan ini adalah perlindungan mutlak untuk diri kita sendiri dan keluarga,” katanya.

Adhy juga menekankan perlunya sinergi lintas sektor untuk mewujudkan cakupan kepesertaan yang lebih inklusif. Pemerintah daerah, kata dia, tidak dapat bekerja sendiri tanpa dukungan dunia usaha serta pemerintah desa.

“Kita tidak bisa berjalan sendiri. Kerja sama, kolaborasi, dan integrasi dengan Pemerintah Daerah, Badan Usaha, hingga Pemerintah Desa dapat menghasilkan peningkatan cakupan kepesertaan yang signifikan,” ujarnya.

Ia berharap para penerima Jamsostek Award 2026 dapat menjadi contoh bagi daerah dan badan usaha lainnya melalui berbagai praktik baik dalam memberikan perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan.

“Semoga Jawa Timur bersama para pemenang Jamsostek Award tahun ini dapat menularkan semangat serta praktik-praktik baik ini agar kita sama-sama saling mendukung perlindungan pekerja,” katanya. jr5/his

Related posts