Bantu Gerakan UMKM, Tokopedia & TikTok Shop Seller Center Resmi Diluncurkan

Jakarta, JatimReview.Com – Pusat penjual terintegrasi ‘Tokopedia &TikTok Shop Seller Center’ resmi diluncurkan hari ini, dirancang untuk membantu brand lokal khususnya UMKM dalam mengelola operasional mereka di Tokopedia dan TikTok Shop secara lebih efisien.

Peluncuran seller center baru ini mencerminkan komitmen berkelanjutan Tokopedia dan TikTok Shop dalam menciptakan pertumbuhan yang berkelanjutan, mendorong inovasi, serta memajukan ekosistem e-commerce di Indonesia.

Melalui dasbor terpadu, para penjual kini dapat mengelola operasional di Tokopedia dan TikTok Shop secara lebih efisien—menyederhanakan alur kerja, mengurangi beban administratif, dan meningkatkan jangkauan mereka ke basis pelanggan yang lebih luas.

Penjual juga memiliki fleksibilitas untuk memilih berjualan di Tokopedia, TikTok Shop, atau keduanya—sesuai dengan tujuan bisnis mereka.

Fitur unggulan dari pusat penjual terintegrasi ini mencakup:

● Pengelolaan toko dan produk secara lebih efisien untuk dua platform sekaligus: Tokopedia dan

TikTok Shop

● Solusi pemasaran baru, seperti GMV Max

● Akses ke ekosistem afiliasi dan live shopping

● Menjangkau beragam segmen pasar dengan menawarkan berbagai produk dengan bervariasi harga dari berbagai kategori

“Tokopedia & TikTok Shop Seller Center ditujukan untuk memperkuat nilai yang diberikan kedua brand kepada para penjual di seluruh wilayah di Indonesia. Sejak peluncuran pada awal April 2025, para penjual telah merasakan manfaat berupa peningkatan manajemen toko, efisiensi waktu, serta peningkatan penjualan karena jangkauan pengguna yang jauh lebih luas. Mayoritas penjual yang telah bermigrasi menyatakan pertumbuhan transaksi mereka lebih tinggi dibandingkan sebelumnya,” ujar Melissa Siska Juminto, Presiden Direktur Tokopedia dan TikTok E-Commerce, Indonesia, Rabu (11/6).

Hampir sepertiga penjual yang menggunakan pusat penjual baru ini mengalami peningkatan GMV lebih dari 50% hanya dalam dua minggu setelah migrasi dan telah merasakan hasil yang positif.

Yoseph Putera, pemilik merek sepatu lokal asal Jawa Timur, UNERD Footwear, menyoroti dampak positif dari sinkronisasi stok otomatis, “Yang paling terasa dampak positifnya adalah sinkronisasi stok otomatis. Contohnya, sebelumnya kami pernah mengalami over-sell produk karena di TikTok Shop dan Tokopedia stok produk tidak sinkron. Namun sejak integrasi, stok kami jauh lebih stabil dan minim error, jadi customer experience juga meningkat karena pengiriman juga bisa lebih cepat dan tidak ada pembatalan karena stok kosong.”

Setelah integrasi, Mutiara Nisa Rozdianda selaku pemilik Kurma Alif (bagian dari Kalaborasi Group) dan tim, mengaku sangat terbantu dengan berbagai fitur yang tersedia, seperti manajemen stok, pesanan, promosi, chat, dan dashboard dalam satu platform.

“Setiap fitur memiliki keunggulan masing-masing yang makin memudahkan kami sebagai pelaku usaha. Salah satunya dashboard yang memungkinkan pengelolaan dua kanal penjualan hanya dari satu tempat. Bagi kami, integrasi ini seperti omnichannel yang efektif, efisien, dan memudahkan para pelaku usaha untuk berjualan online,” ujar Mutiara. JR1

Related posts