Surabaya, JatimReview.Com – Ditengah kondisi ekonomi yang belum stabil pelaku usaha bisnis Food & Beverage (F&B) masih optimis tahun ini tetap ada pertumbuhan. Apalagi sebentar lagi masuk musim libur sekolah dan akhir tahun, yang akan jadi momen penting mendongkrak kinerja bisnis F&B.
Ketua Asosiasi Pengusaha Kafe dan Restaurant Indonesia (Apkrindo) Jatim, Ferry Setiawan, mengatakan, sebenarnya prospek bisnis F&B masih cukup bagus. Sebab kebutuhan akan makan dan minum tidak akan pernah menyusut.
Namun karena kondisi ekonomi plus berbagai kejadian yang diluar perkiraan termasuk demo masyarakat, membuat bisnis F&B dan tourism mengalami penurunan. Sebab, banyak masyarakat enggan melakukan aktivitas diluar rumah.
“Harusnya sekarang ini persiapan untuk liburan Q4 dan akhir tahun, tapi karena demo-demo kemarin, bisnis F&B dan tourism langsung drop dan lesu,” kata Ferry, Selasa (2/9).

Untuk itu dia mengajak semua pihak untuk menjaga kondisi yang semakin kondusif. Sehingga akan berdampak terhadap pertumbuhan ekonomi. Apalagi bisnis F&B, turunannya cukup banyak mulai industri hingga petani, nelayan, peternak dan lainnya juga ikut terdampak.
“Saya sampaikan Surabaya ini aman. Jangan sampai ekonomi yang harusnya sudah akan naik, malah jadi lesu dan makin banyak PHK. Terlebih sekolah malah dibuat online lagi satu minggu. Mari kita jaga bersama dan ciptakan kondisi yang kondusif tanpa provokasi ,” imbuh Ferry.
Sementara itu, Jimmy Irawan, Owner Crab n Co, mengatakan, potensi bisnis F&B di Surabaya cukup besar. Sebab, daya beli masyarakatnya cukup tinggi. Hanya saja, bisnis F&B akan lebih kuat bertahan jika memiliki spesifikasi makananya.
Untuk itu, pihaknya berani membuka Crab n Co di Surabaya dengan special menu kepiting. Sebelumnya bisnis kuliner ini dijalani secara online sejak pandemi 2020. Melihat perkembangan yang bagus, dia putuskan untuk membuka restaurant Crab n Co di Citraland Surabaya.
“Ini restaurant Crab n Co pertama di Surabaya. Tapi kami sudah Jalani secara online sejak 2020. Crab n Co sukses menarik konsumen. Bahkan mencatat rekor sebagai brand kuliner berbasis online yang meraih penjualan tertinggi di banyak event bazar kuliner,” ujar Jimmy.
Dia memilih Lokasi di CitraLand Surabaya, karena kawasan Surabaya Barat mengalami pertumbuhan yang pesat dan memiliki potensi market yang besar. Terbukti, saat bisnis secara online, mayoritas konsumen Crab n Co juga dari Surabaya Barat.
Dengan membuka Crab n Co di CitraLand Surabaya, dia berharap akan semakin dekat dengan konsumen. Apalagi pihaknya menawarkan menu kepiting unggulan seperti Caramelized Butter Crab, Singapore Crab dan berbagai varian menu steak dan pasta yang penggemarnya banyak.
“Kami menyasar semua segmen baik family, korporate maupun anak muda. Kami sengaja memilih menu Kepiting sebagai menu andalan karena kompetitornya tidak banyak. Selain itu bahan bakunya juga melimpa terutama dari Kalimantan. Kami yakin Crab n Co bisa diterima dengan baik market Surabaya,” tutup Jimmy. JR1
